Mahasiswa FKP Unsyiah Gelar Kemah Riset Perikanan Nasional

16.09.2019 Humas

Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala melalui Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HIMADIPA) menggelar kegiatan nasional berupa Kemah Riset Perikanan Nasional (KRPN), mulai tanggal 16 – 20 September 2019. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FKP Unsyiah. Prof. Prof Dr Muchlisin ZA SPi MSc di Aula FMIPA Unsyiah. ( Senin, 16/9).

KRPN dilaksanakan dua tahun sekali. Secara nasional, kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan dari Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI). KRPN 2019 ini diikuti oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia yaitu  Universitas Jambi, Universitas Muhammdiyah Makasar, Universitas Teuku Umar, Universitas Samudra Langsa, Universitas Gorontalo, Universitas Dharmawangsa dan Universitas Syiah Kuala.

Muchlisin dalam sambutannya mengatakan, bahwa dirinya sangat bangga dan mengapresiasi atas kerja keras mahasiswa FKP Unsyiah yang telah menyukseskan kegiatan ini. KRPN 2019 adalah kegiatan yang sangat positif dalam upaya pengembangan akademik khususnya untuk mahasiswa kelautan dan perikanan.

Untuk itulah, Muchlisin berharap setiap peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Melalui kegiatan berskala nasional seperti ini, mahasiswa juga bisa saling bertukar informasi dan saling menguatkan silaturahmi.

“KRPN harus menjadi kesempatan bagi mahasiswa FKP untuk mengembangkan pengetahuannya. Sebab di tangan kalianlah nanti,  maju atau tidaknya masa depan perikanan dan kelautan Indonesia,” ujar Muchlisin.

Ketua Panitia KRPN Unsyiah 2019 Muhammad Naufal menjelaskan, KRPN 2019 terdiri dari beberapa kegiatan. Di antaranya adalah seminar nasional, penanaman mangrove, Fieldtrip, bakti sosial di Pasie Jaboi, Sabang. Selain itu, di akhir kegiatan para peserta juga akan menyampaikan hasil risetnya selama mengikuti kegiatan kemah riset. Hasi riset tersebut diharapkan bisa memberikan inovasi atau penemuan baru dalam bidang perikanan dan kelautan.

Pada KPRN kali ini, turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Dr. Ir. Aryo Hanggono. DEA, yang hadir untuk menyampaikan kuliah umum. Aryo memaparkan materinya, dengan tema Pengelolaan Sumber Daya Ikan Berkelanjutan yang Berkeadilan.

  

Menurutnya, pengelolaan sumber daya laut dan perikanan tidak cukup hanya berkelanjutan. Ada yang lebih penting dari keberlangsungan produksi tersebut, yaitu bagaimana pengelolaan ini dijalankan dengan berkadilan.

“Salah satu ciri berkeadilan itu adalah, apabila masyarakat bisa mendapatkan akses untuk mengelola sumber daya laut dan perikanan dengan mudah,” ucapnya.

Aryo menjelaskan, bahwa saat ini penduduk Indonesia berjumlah 270 juta jiwa dari total jumlah penduduk dunia yang telah mencapai 7,7 milyar. Angka ini akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan. Di mana konsekuensi dari pertumbuhan ini adalah, tuntutan kebutuhan sumber daya pangan.

Untuk itulah, Aryo menilai bahwa pengelolaan sumber daya laut dan perikanan sangat penting. Hal inilah yang menjadi perhatian Kementrian KKP Republik Indonesia selama ini.

“Salah satu upaya KKP terhadap masalah ini adalah dengan pengelolaan wilayah konservasi perairan. Di mana luasnya telah mencapai 20,871 juta hektar,” ungkap Aryo.

Aryo juga mengungkapkan, bahwa saat ini ada lima provinsi dengan tren produksi budidaya terbesar sejak 2015 – 2017 yaitu Sulawesi Selatan, NTT, Sulawesi Tengah,  Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Laju pertumbuhan PDB perikanan dalam priode  2010 – 2018 rata-rata tumbuh 6,56 % per tahun. Laju pertumbuhan tertinggi umumnya terjadi pada TW 1dan TW IV setiap tahunnya,” ujar Aryo.