Mahasiswa Unsyiah Hadirkan Game Lalu Lintas ‘Galantas’

16.05.2019 Humas

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM) menciptakan inovasi Galantas (Game Lalu Lintas). Game ini merupakan media pembelajaran yang dihasilkan oelh Ikhlasul Amal, Ihza Azizul Hakim, Namira Risza Pasya, dan Rona Salsabila Hatta.

Namira mengatakan game ini terinspirasi dari monopoli dan ular tangga yang bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mengenal lebih dekat rambu dan marka lalu lintas. Bahkan, pada kurun waktu 2010-2014, tercatat 157 ribu anak di bawah umur menjadi korban kecelakaan dan 25 ribu menjadi pelaku kecelakaan. Dari jumlah tersebut, 58 persen korban tidak memiliki SIM. Namira berharap Galantas ini dapat membantu anak dalam memahami aturan lalu lintas dengan cara yang asyik.

“Seperti kita ketahui, sangat banyak anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor tanpa mengetahui aturan lalu lintas secara benar,” ujar Namira.

Ia menambahkan tata cara bermain mengikuti aturan sebagaimana mestinya. Seperti jika pemain berhenti di tulisan “Razia” berarti harus mengambil kartu “Razia” yang berisi pertanyaan seputar rambu dan marka lalu lintas. Apabila si pemain tidak bisa menjawab, maka harus dimasukkan ke dalam penjara. 

Galantas ini sudah diuji coba kepada siswa SMPN 1 Lhoknga, Aceh Besar untuk melihat apakah permainan layak atau tidak  sebagai pembuktian apakah layak dimainkan atau tidak. Setelah bermain game ini, para siswa semakin paham dengan aturan lalu lintas. (Humas Unsyiah/fer)