Mahasiswa Unsyiah Ikuti IMT-GT Uninet Virtual Mobility Program

27.07.2020 Humas

Lima mahasiswa Unsyiah dari prodi dan fakultas yang berbeda mengikuti IMT-GT Uninet Virtual Mobility Program secara daring. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/7) ini mengangkat tema Digital Volunteerism During The Covid-19: Possible or Not? atau Relawan Digital Selama Covid-19, Mungkin atau Tidak?.

Program IMT-GT Uninet Virtual Mobility Program ini bisa diikuti oleh setiap universitas di tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Setiap universitas yang ikut, diharusnya membentuk satu tim yang terdiri dari lima mahasiswa sebagai perwakilan universitas tersebut. Program ini akan dilaksanakan dalam beberapa seri dengan tema yang berbeda-beda.

Kelima mahasiswa yang mewakili Unsyiah di Virtual Mobility Programkali ini adalah Muhammad Haikal Razi (Teknik Geofisika), serta Muhammad Zaki Mubarak, Diva Safina, Marivic Maribao (FKIP), dan M. Ryan Azizi dari FKIP Unsyiah. Diskusi antar tiga negara ini membahas aktivitas volunteering yang dilakukan oleh mahasiswa baik melalui organisasi kemahasiswaan maupun saat pelaksanaan KKN. Dan karena pandemi ini, kegiatan volunteering secara virtual menjadi opsi yang paling realistis untuk memutus persebaran Covid-19.

Diskusi ini adalah Virtual Mobility Program seri kedua, dimana seri pertama dilaksanakan pada 10 juni 2020 lalu dengan tema Transition from Face-to-Face Learning to Online Learning: The Good & The Bad. Pada series pertama, lima mahasiswa yang terpilih mewakili Unsyiah adalah mahasiswa dari Indonesia dan Yaman, yaitu Muhammad Zhafran dan Milati Amalia Sentosa dari Fakultas Teknik, Sirajul Huda (Fakultas KIP), Rachmat Fazil Isa (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), dan Lama Talat Hasan (FKG). Kelimanya mempresentasikan kondisi dan situasi terkakhir kasus pandemi di Indonesia kususnya Aceh, dan kondisi sistem pendidikan atau kegiatan belajar-mengajar selama pandemic dan ide kreatif terkait pendidikan. Hal serupa juga berlaku bagi perwakilan mahasiswa dari Malaysia dan Thailand.