Mahasiswa USK Berdayakan Ekonomi Warga dengan Inovasi Bolu-Kerupuk Kopi

29.06.2022 Humas

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menularkan inovasi kepada warga Desa Lelabu dengan mengolah kopi menjadi bolu dan kerupuk. Langkah tersebut dipilih sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka KKN Kolaborasi & Reguler USK Periode XXI.

Pembuatan bolu dari kopi diinisiasi oleh Siti Mazaya yang notabene mahasiswi jurusan PKK, FKIP USK dan melibatkan anggota kelompok KKN 168. Mereka berharap, ada nilai tambah ekonomi setelah mengolah kopi mentah menjadi sesuatu. Ini juga selaras dengan tema KKN dengan tagline Pengembangan Potensi Green Economy.

"Kami satu kelompok mulai berfikir out of the box bagaimana menginovasi hasil lingkungan di Desa Lelabu ini. Karena desa ini memang desa yang petaninya banyak menghasilkan kopi, maka kami mencoba membuat inovasi olahan kopi, yang biasanya kopi hanya diminum namun, kali ini kami membuat olahan kopi menjadi sebuah bolu dan kerupuk," jelas Sitti Mazaya.

Adapun proses pembuatan bolu kopi menggunakan bahan dasar tepung terigu dan bubuk kopi asli, tidak menggunakan bubuk kopi instan. Bubuk kopi yang dimanfaatkan berasal dari petani kopi setempat. Menurut temuan mereka, rata-rata masyarakat petani kopi di Desa Lelabu, Kabupaten Aceh Tengah, tanaman kopinya hanya untuk dikonsumsi sebagai minuman.

Semetara itu, pembuatan kerupuk kopi menggunakan bahan dasar seperti tepung dan bubuk kopi asli. Adonan kerupuk yang sudah kalis dimasukkan kedalam kulkas seharian. Setelah itu dijemur, dalam kurun waktu dua hari sebelum digoreng dan siap dikonsumsi.

Dua produk olahan inovasi ini dapat dijadikan ide bisnis cemerlang yang ramah lingkungan oleh masyarakat Lelabu. Mahasiswa KKN ini meyakini, bahwa banyak sekali pecinta kopi di luar Aceh Tengah yang ingin mencicipi olahan tak biasa dari kopi tersebut.

"Inovasi olahan kopi ini bisa jadi produk khas masyarakat Desa Lelabu. Kami berharap masyarakat dapat melanjutkan inovasi olahan kopi ini dan meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat setempat," harapnya, Selasa 28 Juni 2022.

Khairul Azmi menuturkan, kegiatan tersebut disambut suka cita oleh warga Des Lelabu. Hal ini terlihat dari antusiasme ibu-ibu yang hadir di Balai Desa Lelabu, Kecamatan Bebesen. Selain ikut langsung praktek, mahasiswa juga turut membagikan resep bolu maupun kerupuk kopi.

"Tanggapan dari mereka sangat positif. Mereka mengatakan bahwa belum pernah ada inovasi olahan kopi di daerah ini. Jadi ini merupakan kali pertama mereka dapat melihat langsung dan mencicipi inovasi olahan kopi," ungkap mahasiswa FH ini.

Selain Mazaya dan Khairul, kelompok KKN 168 USK terdiri dari Disya Aulia Razzi, Ananda Rizki Nasution (FH), Adinda Izka Noviana (FKIP), Feni Prima Khasturi (FISIP), Rafdhayatul Maulida (FKH), serta Siti Komariyah (Agroteknologi). Denan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Irhamni, S.si, M.si.