Mahasiswa USK Raih Medali Perak di Ajang WYIIA

11.10.2021 Humas

Tim Universitas Syiah Kuala yang terdiri dari lima mahasiswa berhasil  meraih medali perak di ajang berskala internasional yaitu World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2021,  yang diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta. (Banda Aceh, 11 Oktober 2021).

Kegiatan ini didukung oleh Malaysia Innovation Invention and Creativity Association (MIICA) Malaysia,  Alpha  Science  Educational  Project  Turkey,  MILSET  Asia, Societatea Stiintifica,  Cygnus  –  Centru  UNESCO  Romania,  I-FEST2  Tunisia,  Daily Center  Association “Doza Srekja” – Skopje RN Macedonia, BUCA IMSEF Turkey, dan Moroccan Science Admirers.

Adapun kelima mahasiswa USK tersebut adalah Hafiz Akmal dari program studi (prodi) Agribisnis 2017, Hidayatullah dari prodi Teknik Industri 2019, Muhammad Zaki Mubarak dari prodi Ekonomi Pembangunan 2020, Putri Athaya Maulida dari prodi Agribisnis 2018, dan Retika Septi Diana Utari dari prodi Teknik Kimia 2019.

Tim USK ini dibimbing oleh Friesca Erwan, S.T., M.T., MprojMgt dan Raihan Dara Lufika, S.T, M.Sc. Serta mendapat dukungan dari Atsiri Research Centre (ARC) PUI PT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala.

Kompetisi tersebut diadakan secara daring dimulai pada tanggal 17 – 21 Agustus 2021 dan diikuti oleh 450 tim yang berasal dari 35 negara dari seluruh dunia. Tim USK terpilih sebagai finalis sehingga berhak melaju ke babak penjurian, dan mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri. Pada malam penutupan acara, berdasarkan hasil keputusan juri tim USK terpilih sebagai penerima medali perak.

Friesca Erwan, mengatakan, USK sangat mendukung penuh kegiatan inovasi produk yang dilakukan mahasiswa pada kompetisi tingkat internasional ini. Selain menjadi pengalaman dalam ajang internasional, ajang seperti ini juga untuk mendukung implementasi Kampus Merdeka Merdeka Belajar.

“Semoga dengan kegiatan ini dan pencapaian yang diperoleh, akan mendorong munculnya inovasi-inovasi produk mahasiswa dan memotivasi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi,” ujarnya.

Tim USK membawakan inovasi produk berjudul “Innovation of Paper Soap based on Molecular Distillation of Aceh Patchouli Oil for  COVID-19 Prevention”. Penelitian ini seluruhnya dilakukan di Atsiri Research Centre (ARC) PUI PT Nilam Aceh USK.

Latar belakang dari penelitian ini adalah, karena adanya pandemi COVID-19 yang mengharuskan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus. Salah satu protokol kesehatan yang umumnya diterapkan adalah mencuci tangan dengan sabun dan air.

Namun, sering dijumpai masalah karena tempat mencuci tangan untuk digunakan secara publik sering kehabisan cairan sabun. Sementara penyediaan sabun batang atau cair secara pribadi sangat tidak praktis untuk dibawa selama bepergian.

“Oleh karena itu, diperlukan sebuah solusi dan inovasi untuk mengatasi masalah ini,” kata Friesca Erwan.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi sabun berbentuk kertas paper soap), menggunakan minyak nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth) yang dihasilkan dari teknologi distilasi molekuler.

 Sabun kertas yang dihasilkan memiliki bentuk yang tipis, ringan, serta mudah dibawa dan digunakan. Kandungan minyak nilam terbukti efektif untuk melawan kuman dan bakteri karena kandungan anti-mikroba, anti-bakteri, antiseptik, anti-virus, dan antioksidan yang dimilikinya.

Diharapkan sabun kertas ini nantinya dapat diproduksi secara massal dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen terhadap sabun yang praktis untuk digunakan.

“Selain itu, produk ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penerapan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19,” ujarnya.

Ketua ARC USK Syaifullah Muhammad, menambahkan inovasi pembuatan sabun kertas dari minyak nilam ini membuktikan bahwa inovasi produk turunan nilam sangat luas jangkauannya. Minyak Nilam dalam produk ini berfungsi sebagai anti bacteria dan anti virus, dehingga dapat memastikan bahwa sabun kertas ini bukan cuma efektif dan efisien dari segi fungsinya.

“Jadi, abun kertas ini juga mudah dibawa dan larut di air tanpa residu, serta sangat efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19," ucapnya.