Mahasiswa USK Raih Perunggu di Kejuaraan Nasional Kempo

15.09.2022 Humas

Yolanda Agnesia, Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala (FKIP USK), berhasil meraih medali perunggu di Kejuaraan Nasional Shorinji Kempo, Piala Bergilir Walikota Surakarta tahun 2022.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sejarah tersebut, mewakili tim Kempo Aceh. Agnesia berhasil menjadi Juara 3 Randori (tarung) putri kelas 55 kg. Pada perebutan perunggu, ia mengalahkan perwakilan dari NTT, yang merupakan peraih perak di ajang PON 2021 di Papua.

Prestasi di tingkat nasional ini, menyempurnakan capaian atlet asal Meulaboh, Aceh Barat. Tahun lalu, pemegang sabuk coklat ini, meraih medali emas pada Pra Pekan Olahraga Rakyat Aceh (PORA) Kempo Aceh 2021, yang diselenggarakan di Simeulue. Saat ini Agnes menjadi salah satu Atletik Kempo Binaan KONI yang dipersiapkan untuk PON Aceh 2024.

Pada Kejuaraan yang berlangsung dari 8-11 September, dari total 10 atlet yang mewakili Kempo Aceh, lima diantaranya adalah mahasiswa alumni USK yang pernah menjadi pengurus UKM Kempo USK. Mereka adalah Zulfan Maulana (Psikologi), Adityo, (Bahasa Indonesia), Iwan Rantoni (Penjaskesrek), Lismarita Nasution (Pertanian) dan Saidil Mitra (Penjaskesrek).

"Tentunya menjadi sebuah kebanggaan besar bagi saya, dapat mewakili Aceh pada Kejuaraan Nasional Shorinji Kempo, Piala Bergilir Walikota Surakarta Tahun 2022," kata Agnesia, Rabu 14 September 2022.

Pada kejuaraan tersebut, sebanyak 53 kab/kota dan Cambodia yang akan menjadi tuan rumah SEA Games ikut ambil bagian. Ia mengaku bersyukur, bisa membawa medali, sekaligus mengharumkan nama Aceh dan USK di kancah nasional.

Ia mengakui, bahwa perunggu yang ia bawa pulang, tidak didapatkan dengan mudah. Lawannya, Siska dari kota Kupang (NTT) merupakan peraih medali perak pada PON Papua XX.

"Dari segi jam terbang saya bukanlah tandingannya, namun pada akhirnya saya dapat memenangkan pertandingan dengan 2 wazari. Dari perolehan medali, kami Kontingen Aceh mendapatkan 1 emas dan 2 perunggu," imbuhnya.

Agnesia menyampaikan, dirinya sampai di titik ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada kerja keras, cucuran keringat, kedisiplinan serta doa tak terhingga dari banyak orang.