Mahasiswa USK Temukan Solusi Penghemat Daya Pada Perangkat IoT

28.09.2021 Humas

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK) meneliti efisiensi penggunaan daya pada Mikrokontroler ESP32 yang merupakan bagian utama pada sistem Internet of Things (IoT). Penelitian ini berhasil mendapatkan hibah Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Tim PKM-RE USK ini diketuai oleh Jabal Abdul Salam dari Prodi Teknik Elektro dan Komputer. Anggota kelompok terdiri dari T. Ezandi Trinanda dari Prodi yang sama, dan Imam Al Khaliq dari Prodi Teknik Mesin. Penelitian ini dibimbing oleh Dosen FT USK, Ir. Rahmad Dawood, S.Kom., M.Sc., IPM.

Seperti yang kita ketahui, IoT merupakan salah satu bagian dari Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini dilatarbelakangi karena faktor perkembangan perangkat IoT yang begitu pesat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2019, terdapat 50 Miliar perangkat IoT di seluruh dunia. Dengan begitu banyaknya perangkat, konsumsi daya menjadi tidak efisien dan berefek di berbagai bidang.

"Dari permasalahan tersebut kami berupaya mencari solusi alternatif untuk penghematan daya pada perangkat IoT, salah satunya yaitu dengan membandingkan konsumsi daya dari setiap protokol pengiriman pada IoT sehingga bisa didapatkan protokol pengiriman data yang lebih efisien," kata Jabal selaku ketua tim.

"Penelitian ini berfokus pada lima protokol pengiriman data yang kompatibel dengan IoT yaitu WiFi, Bluetooth, Bluetooth Low Energy, LoRa dan ZigBee. Dari kelima protokol pengiriman data tersebut, pengujian dilakukan dengan mengirimkan data pembacaan sensor suhu dan kelembapan dari sisi klien ke sisi server dengan rentang waktu tertentu. Pada saat proses pengiriman, data pembacaan arus pada ESP32 direkam dan dicatat menggunakan multimeter digital. Nantinya data tersebut akan dianalisa untuk mendapatkan protokol pengiriman data yang paling efisien," tuturnya.

Hasil dari penelitian ini nantinya akan menjadi acuan bagi para pengembang IoT untuk memilih protokol pengiriman data yang efisien sehingga bisa menghasilkan produk IoT yang ramah lingkungan dan dengan biaya perawatan yang murah dikarenakan lebih sedikit penggunaan baterainya.

Jabal menyampaikan bahwa kelompoknya baru saja mengikuti PKP2-PKM yaitu monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh  Kemendikbudristek pada hari Sabtu, 18 September 2021.

"Semoga hasil dari penelitian ini bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak dan nantinya hasil dari penelitian ini juga akan kami publikasikan ke jurnal yang terakreditasi" tambahnya.