OIA USK Bahas Warisan Budaya di Summer Camp 2022

12.08.2022 Humas

Office of International Affairs (OIA) Universitas Syiah Kuala (USK) sukses melaksanakan Summer Camp DRR. Kegiatan rutin tahunan itu berlangsung sejak tanggal 10 hingga 12 Agustus 2022. Tahun ini, penyelenggara mengusung tema, 'Disaster Risk Reduction for Cultural Heritage'.

Tahun lalu, OIA fokus pada pencegahan dan penyampaian edukasi bencana untuk masyarakat, namun kali ini fokus pada penjagaan warisan budaya Aceh, yang mana sering bencana membuat beberapa situs sejarah rusak atau bahkan hilang.

Kegiatan Summer Camp ini resmi dibuka oleh Kepala OIA, Dr. Muzailinn Affan di Gedung Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) USK, Rabu 10 Agustus 2022. "Ini adalah kali pertama OIA melaksanakan kembali Summer Camp secara onsite setelah pandemi, kami sangat senang dan berharap semoga semua peserta bisa mengikuti kegiatan ini secara khidmat dan antusias," ucap Muzailin.



Summer Camp tahun 2022 menghadirkan seorang pakar kebencanaan dari MIK, Dr. Nazli S.Si, M.Si. Untuk diskusi dan materi dikelas, Nazli memaparkan tentang Innovation and Education in Developing A Culture of Disaster Prevention at Cultural Heritage. Ia mengajak semua peserta untuk mendiskusikan situs-situs sejarah yang ada di negara peserta-peserta masing-masing, untuk melihat variasi dan keberagaman budaya, serta cara menjaga cagar budaya yang penting dalam sejarah.

"Dalam rancangannya, program ini tidak hanya menghadiri kelas tapi juga peserta akan diberikan kesempatan untuk mengunjungi beberapa situs sejarah menarik yang patut dikunjungi dan pastinya berkaitan dengan apa yang yang disampaikan materinya dikelas," jelas Kepala OIA.

Situs-situs sejarah yang dikunjungi berada di lokasi Banda Aceh dan Aceh Besar, yaitu Gunongan, Putroe Phang, Mesjid Tuha Indrapuri dan Gunung Biram Lamtamot. Peserta kegiatan ini Summer Camp ini adalah mahasiswa-mahasiswa asing dan lokal di USK, baik S1 dan S2. Mereka berasal dari Filipina, Palestina, Gambia, Nigeria, Turkmenistan dan Indonesia.