Pemko Banda Aceh dan Unsyiah Lakukan Uji Swab Gratis untuk 1.300 Orang

09.06.2020 Humas

Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Unsyiah meluncurkan uji swab gratis untuk 1.300 warga dari berbagai kalangan dan ditargetkan selesai dalam sepekan mendatang. Untuk hari ini, uji swab dilakukan kepada 25 orang di Posko Covid-19 Pemko Banda Aceh, Kamis (4/6/2020).

“Untuk Banda Aceh sekarang pasien positif Covid-19 sudah nihil kembali, meskipun kemarin ada satu pasien positif tapi sudah sembuh, sehingga Banda Aceh sudah tidak ada lagi pasien yang terjangkit Covid-19 positif, PDP juga nihil, namun untuk pasien ODP di setiap daerah pasti ada,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman seperti diberitakan Acehtrend.com.

 Karena itu, tambahnya, kesiapan inilah salah satu syarat yang harus dilakukan untuk menuju kenormalan baru, sebanyak 1.300 orang akan dilakukan uji swab dari total 260 ribu orang di Banda Aceh.

“Makanya kita sangat berterima kasih atas dukungan Rektor Unsyiah untuk melakukan uji swab di Lab Unsyiah. Karena persyaratan penting untuk melakukan new normal, harus melakukan uji swab sebesar 0,5 persen dari penduduk kota keseluruhan, maka kita mulai pengecekan mulai hari ini,” katanya.

Kemudian juga, lanjutnya, Kota Banda Aceh ke depan akan dikawal secara ketat agar tidak ada penambahan pasien lainnya. Uji swab tersebut akan diambil dari berbagai elemen masyarakat.

“Tidak fokus pada satu elemen, tapi ada dari sopir, tenaga keamanan, pasar, tenaga kebersihan kota, dan awak media. Pengambilan sampelnya nanti dilakukan di Puskesmas Unsyiah dan Rumah Sakit Unsyiah, dan nanti juga dikelola oleh Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.”

Amin menambahkan, Banda Aceh sangat siap untuk penerapan new normal ini jika diberikan kesempatan, pakar-pakar ada di Banda Aceh dengan dukungan Unsyiah.

“Kita malu kalau Banda Aceh tidak siap, namun yang paling penting adalah kita menguatkan protokol kesehatan, juga perlu dukungan masyarakat, karena apa pun yang kita lakukan tanpa dukungan masyarakat, maka akan susah. Tapi saya melihat masyarakat Banda Aceh kalau kita ajak secara baik, tentunya akan memberi dukungan untuk pelaksanaan new normal ini,” sebutnya.

Amin menambahkan, dalam mengontrol arus keluar masuk orang ke Banda Aceh, sejak dari bandara sudah dikawal. Untuk ODP lebih kepada orang yang keluar masuk antardaerah dan sekarang di Banda Aceh ada 58 orang, kalau jalur darat di setiap daerah jika ada keluar masuk itu ada surat pengantarnya, sehingga terdeteksi dan langsung dilakukan isolasi mandiri bila terduga Covid-19.

Sementara itu, Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal, kepada wartawan mengatakan, pengujian tersebut bisa dilakukan lebih cepat, sehingga untuk 1.300 orang tersebut akan diselesaikan dalam waktu sepekan.

“Tadi disampaikan sekitar 1.300 orang akan dilakukan uji swab, maka untuk angka tersebut dalam satu minggu ke depan kita akan selesaikan uji swab di Laboratorium Uji Covid-19 Unsyiah, dilakukan secara RT-PCR,” kata Samsul.

Dalam pengujian ini sambungnya, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh, kemudian akan dilanjutkan sampai ke kota-kota yang lain. Sehingga suatu saat itu bisa memenuhi angka sebagai syarat pemberlakukan new normal di Aceh.

“Kita tidak mau menggunakan masker terus menerus, salah satunya dengan kita melakukan tes Covid-19. Kalau hasil tes menggunakan RT PCR ini tidak ada kontak di lokal, maka seluruh pihak yang ada di Aceh ini terbebas dari virus tersebut, sehingga anak-anak kita bisa sekolah seperti sedia kala. Untuk uji swab kita dalam satu hari dengan kapasitas hari ini bisa melakukan uji swab sebanyak 384 spesimen bisa diuji per hari, dan lima jam sudah mendapatkan hasil,” katanya.

Ia menambahkan, untuk uji swab hari ini nanti sore sudah ada hasil, Unsyiah memiliki dua mesin RT-PCR yang bisa bekerja, dalam satu mesin ada sebanyak 96 spesimen bisa diuji, pagi untuk proses siang, dan siang ke sore.

“Nanti hasilnya akan disampaikan ke Wali Kota Banda Aceh dan kita laporkan ke BNPB, untuk tenaga medis yang ahli ada lebih dari sepuluh orang. Kita juga memiliki rumah sakit dan puskesmas yang perawatnya akan diajari cara pengambilan sampelnya, sehingga dari total 1.300 sampel ini bisa kita selesaikan,” katanya.