PERBAKAD Buka Peluang Kerja Sama dengan Unsyiah

09.08.2019 Humas

Persatuan Menembak Angkatan Darat (PERBAKAD) Kodam Iskandar Muda melakukan kunjungan ke Universitas Syiah Kuala dalam rangka audiensi terkait program kerjanya.  Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Mini Rektor Unsyiah ini,  kedua belah pihak juga menjalin komunikasi terkait peluang-peluang kerja sama dari kedua intitusi tersebut. (Kamis, 8/8).

Adapun rombongan PERBAKAD yang hadir dalam pertemuan ini adalah Ketua Harian PERBAKAD Sab Rafiq Sabri, Komandan Rindam IM Kolonel Infantri Dwi Endrosasongko, S.Sos, Kapaldam, Kolonel Cpl Nur Budi Asmara, S.E serta pengurus PERBAKAD lainnya. Mereka disambut oleh Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dan Wakil Rektor III Unsyiah Dr. Alfiansyah Yulianur, BC dan Kepala Humas Unsyiah Chairil Munawir MT, SE. MM.

Rafiq Sabri dalam sambutannya mengatakan, kunjungan PERBAKAD ini merupakan bagian dari program kerja PERBAKAD Iskandar Muda TA 2019, yaitu dalam bidang campaign and awareness. Khususnya penginformasikan organisasi ini kepada masyarakat.

“Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk membangun sinergitas antara PERBAKAD IM dengan multipihak khususnya Unsyiah,” ucapnya.

Rafiq Sabri mengungkapkan, PERBAKAD berada dibawah koordinasi TNI Angkatan Darat. Di mana persatuan ini menaungi dua organisasi menembak yaitu Panglima Shooting Club (PSC) Iskandar Muda dan Gadjah Mada Shooting Club (GMSC).

   

Selama ini, tambah Rafiq Sabri, PERBAKAD juga terlibat aktif dalam kegiatan pembinaan mental dan bela negara. Untuk itulah, pada pertemuan ini PERBAKAD membuka peluang kerja sama dengan Unsyiah dalam upaya membentuk karakter mahasiswa yang disiplin dan berwawasan kebangsaan.

Pada pertemuan ini, Rektor Unsyiah mengatakan bahwa dirinya sangat menyambut baik tawaran kerja sama oleh PERBAKAD. Mengingat selama ini, Unsyiah juga telah membangun komunikasi yang baik dengan Kodam Iskandar Muda. Misalnya beberapa waktu lalu, 30 pegawai Unsyiah mengikuti pendidikan dan pelatihan wawasan kebangsaan di Rindam Iskandar Muda.

Rektor menilai, TNI merupakan pihak yang tepat jika ingin melakukan pembinaan mental. Sebab TNI adalah satu-satunya organisasi yang masih kuat disiplinnya.

“Harus kita akui bahwa melatih kedisiplinan itu sangat sulit, tapi saya percaya TNI mampu melakukan itu,” ucap Rektor.

Sementara itu Alfiansyah Yuliannur menawarkan kerja sama untuk melakukan pelatihan dasar bagi Resimen Mahasiswa Unsyiah. Di mana salah satu materi pendidikannya adalah menembak. Selain itu, Alfiansyah juga menawarkan pembinaan mental bagi 1700 mahasiswa bidik misi Unsyiah khususnya dalam bidang pendidikan asrama.