Perpustakaan USK Raih Perunggu di Ajang SNI Award 2021

22.11.2021 Humas

UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala berhasil meraih perunggu di ajang SNI Award 2021 untuk katagori Organisasi Menengah Jasa. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan USK Dr. Ing. Rudi Kurniawan, S.T, M.Sc  pada malam penganugrahan SNI Award 2021. ( Jakarta, 18 November 2021).

Penghargaan tersebut diberikan pemerintah bagi pelaku usaha yang secara konsisten menjaga standarisasi nasional produknya, serta mampu mengelola dinamisasi perubahan dan melakukan transforamsi secara tepat dan cepat.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Dewan Juri sekaligus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara penganugerahan SNI Award 2021 secara virtual ini.

Dalam laporannya, Sandiaga mengatakan, ajang bergengsi tingkat nasional ini diikuti oleh 231 organisasi atau pelaku usaha dengan 12 kategori peserta SNI Award, baik dari skala kecil, menengah dan pendidikan. Mulai dari jasa, barang, agro, berbagai sektor logam, mesin, kimia, farmasi dan sektor organisasi pendidikan menengah dan organisasi pendidikan tinggi.

Menurutnya, tahun ini terasa istimewa karena tata cara penilaian dewan juri sudah beradaptasi dengan kondisi pandemi d imana penilaian dilakukan secara ICT (information, communication and technology).

“Jadi untuk menghindari penyebaran kasus covid tentunya kita melakukan penilaian melalui remote evaluation, saya apresiasi karena ini tidak mudah tapi juga tidak menyurutkan semangat para peserta dalam mengikuti SNI," jelasnya.

Sebelumnya,  USK pernah meraih prestasi yang sama pada tahun 2019. Kala itu, Piala penghargaan tersebut diterima oleh Rektor USK yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Marwan.  Serta turut dihadiri Kepala UPT sekarang dan sebelumnya yaitu Dr. Taufiq Abdul Gani, S.Kom, M.Eng.Sc.

Proses USK untuk  mengikuti ajang SNI Award ini telah dimulai sejak masa kepemimpinan Taufiq Abdul Gani. Hal itu dilakukan dengan melakukan pengembangan layanan secara besar-besaran yang dimulai sejak tahun 2012. Kemudian di tahun 2015, pengembangan ini semakin terarah dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk manajemen mutu, keamanan informasi dan layanan teknologi informasi.