Pertama Kali, Unsyiah Gelar Wisuda Daring dan Luring

25.11.2020 Humas

Gelaran wisuda Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kali ini, Selasa (24/11/2020) terasa berbeda. Sebab untuk pertamakalinya, kampus ini menggelar wisuda secara daring dan luring. Wisuda berbeda ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 yang belum juga usai di Aceh. Bahkan, di dalam Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, tempat wisuda berlangsung, jumlah peserta dan tamu undangan sangat dibatasi.

Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengatakan wisuda kali ini merupakan gabungan dari tiga periode wisuda yang selayaknya digelar pada bulan Mei, Agustus, dan November. Karena berbagai pertimbangan, pembatasan, serta berpedoman pada prosedur kesehatan, tidak semua lulusan dapat hadir langsung di prosesi wisuda. Mereka yang hadir hanya representatif dari setiap fakultas dan lulusan dengan predikat pujian atau cumlaude.

Secara keseluruhan, jumlah lulusan Unsyiah yang wisuda kali ini sebanyak 3.313 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 orang dihadirkan ke dalam gedung dan sisanya mengikuti wisuda secara daring. Wisuda kali ini menggabungkan tiga periode, yaitu wisuda ke-145 periode Februari-April sebanyak 1.016 lulusan, wisuda ke-146 periode Mei-Juli 614 lulusan, dan wisuda ke-147 periode Agustus-Oktober sebanyak 1.683 lulusan. Secara keseluruhan hingga saat ini, jumlah alumni Unsyiah telah mencapai 133.283 orang.

Prof. Samsul mengatakan pandemi Covid-19 telah mengubah banyak tantanan kehidupan. Bahkan, para pakar telah menganalisa kemungkinan transformasi yang akan terjadi setelah wabah ini usai. Transformasi ini lanjutnya, harus mampu dihadapi para lulusan dengan segala kemungkinan di masa depan.

“Selama di bangku kuliah, kita bukan hanya disiapkan untuk memiliki kompetensi, tetapi juga kemampuan untuk menganalisis dan mensintesis sesuatu dari apa yang sudah pernah terjadi,” ujarnya.

Untuk itu, Rektor berharap para lulusan harus memiliki keberanian untuk mencoba serta kelapangan hati menerima apapun hasil yang telah dilakukan. Sikap untuk mandiri, berkompetisi, dan bersinergi harus dimiliki agar dapat menaklukkan tantangan. Terlebih lagi menurut data Badan Pusat Statistik hingga Agustus tahun lalu, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,05 juta. Di antara jumlah itu, sebanyak 737.000 merupakan lulusan perguruan tinggi. Sementara di Aceh, jumlah angkatan kerja yang belum memperoleh pekerjaan sebanyak 147 ribu orang. Angka ini menempatkan Aceh di posisi ke-8 sebagai daerah yang memiliki pengangguran terbanyak di Indonesia.

 “Hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa laju pertumbuhan alumni perguruan tinggi jauh lebih cepat dibandingkan laju pertumbuhan lapangan kerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Prof. Samsul berharap para lulusan untuk dapat terus berkreasi dan berinovasi dengan modal yang didapatkan selama pendidikan. Sikap pantang menyerah juga sangat dibutuhkan untuk mengapai cita-cita yang diinginkan. (Humas Unsyiah/fer)