Prodi THP USK Gelar Lokakarya Nasional Bidang Pangan

04.10.2021 Humas

Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Syiah Kuala (Prodi THP USK) menyelenggarakan lokakarya nasional bidang pangan dengan tema Penguatan Potensi Aceh dalam Mendukung Pengembangan Industri Agro melalui Kerja Sama antara Perguruan Tinggi,  Pemerintah dan Dunia Usaha. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28-29 September 2021 secara daring dan luring di Hotel The Pade, Banda Aceh. Lokakarya ini dibuka oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dan dihadiri pula oleh Wakil Dekan II, Fakultas Pertanian USK, Dr. Ir. Sofyan, M.Agric.Sc.

Ketua Prodi THP, Dr. Mhd. Ikhsan Sulaiman, M,Sc. mengatakan, Prodi THP USK berhasil memperoleh hibah Kompetisi DIKTI Program Kompetisi Kampus Merdeka 2021. Prodi THP menyusun program Kampus Merdeka ini dalam 3 (tiga) aktivitas, yaitu (1) peningkatan kualitas lulusan; (2) peningkatan kualitas dosen; dan (3) peningkatan kualitas kurikulum.  Ketiga aktivitas ini mencakup beberapa kegiatan untuk mencapai tujuan dari masing-masing aktivitas. Aktivitas tiga yang berada di bawah koordinasi Dr.-Ing. Sri Haryani, S.TP., M.Sc. mencakup dua kegiatan yang sedang berjalan, yaitu (a) Workshop Inovasi Pembelajaran (WIP) yang melibatkan para praktisi industri dan (b) Lokakarya Nasional Bidang Pangan. Sampai saat ini, WIP telah berlangsung sebanyak 3 seri dari 5 seri yang ditargetkan selesai sebelum tanggal 20 Oktober 2021.

Ketua pelaksana lokakarya, Dr. Satriana, S.TP., M.T., mengatakan, lokakarya ini bertujuan untuk menjadi forum ilmiah dalam menjalin kerja sama dengan akademisi dari PT lainnya, dinas terkait, praktisi usaha baik industri maupun UMKM yang berbasis Industri Agro.  Lokakarya ini diikuti oleh 170 peserta secara daring, dan 30 peserta secara luring.

Lokakarya ini mencakup enam sub tema dengan menghadirkan 18 pemateri yang kompeten dibidangnya masing-masing, baik dari USK, dinas terkait dan praktisi usaha baik industri maupun UMKM serta pemateri dari luar USK seperti IPB dan International Islamic University Malaysia. Kegiatan ini melibatkan dua praktisi usaha di tingkat nasional yang diharapkan memberikan sumbangsih dalam mencapai tujuan lokakarya ini.

           

Adapun ke-6 sub tema tersebut meliputi (1) Trend Riset, Produksi & Pemasaran Produk Pangan dalam Era Covid & Post-Covid, (2), Realita, Permasalahan, Potensi, dan Peluang Pengembangan UMKM dan Industri Agro di Aceh, (3), Peranan Perguruan Tinggi dalam Pengembangan dan Penguatan UMKM Aceh di Era Digital, (4), Prospek Aceh Sebagai Sentra Pengembangan Industri Halal, (5), Keamanan Pangan - Tantangan & Keberhasilan Penerapan Sistem Keamanan Pangan di Aceh, (6), Peranan Perguruan Tinggi dan Sektor Swasta dalam Pengembangan Potensi Perikanan Aceh (Pemanfaatan Potensi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja dan Pasar Mahirah Lamdingin).

Dr. Satriana juga mengatakab, lokakarya ini diharapkan dapat memberikan luaran baik internal maupun eksternal. Luaran internal meliputi (1) Peningkatan efektivitas peer group; (2) Pembentukan klinik IKM Pangan THP USK; (3) Pemetaan potensi wirausaha civitas akademika USK; dan (4) Pemetaan potensi UMKM dan Industri Agro di Aceh.

Sementara itu, luaran eksternal yang diharapkan berupa lahirnya MoU kerja sama dengan LPPOM MPU, Inhart IIUM Malaysia, klinik IKM Pangan Indonesia, Dinas Kesehatan, BPOM Aceh, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah luaran pembentukan platform digital untuk pemasaran produk-produk civitas akademik perlu ditindaklanjuti oleh USK khususnya oleh Badan Pengembangan Bisnis-USK.

“Semoga lokakarya ini mampu menjawab permasalahan dan memberikan solusi dalam usaha penguatan potensi Aceh dalam mendukung pengembangan industri agro melalui kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah dan dunia usaha. Selain itu, semoga semua luaran-luaran yang kita targetkan tadi dapat terwujud”, tutupnya.