Rumah Amal USK Konsisten Terapkan Green Qurban

22.07.2021 Humas

Banda Aceh (21/7/2021), Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala sebagai lembaga zakat, infak dan sedekah Universitas Syiah Kuala kembali melaksanakan program qurban pada Hari Raya Idul Adha 1442H/2021. Dalam pelaksanaannya, Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala konsisten menerapkan konsep Green Qurban, yaitu konsep qurban yang ramah lingkungan dengan meminimalisir sampah dan plastik dengan penggunaan tas eumpang yang terbuat dari anyaman daun Iboh sebagai pengganti kantong plastik.

Wakil Direktur Rumah Amal yang sekaligus bertindak sebagai ketua panitia qurban, Tedy Kurniawan Bakry, S.Farm., M.Farm., Apt mengungkapkan bahwa penggunaan tas eumpang yang merupakan hasil karya masyarakat kurang mampu di Kemukiman Cot Keueung selain ramah lingkungan juga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan pendapatan mereka di masa pandemi ini.

“Tas eumpang ini kita beri lapisan daun Jati pada bagian dalam sebagai pembungkus daging sehingga daging tetap segar. Perlahan tapi pasti, kita terus berupaya melakukan inovasi untuk meminimalisir sampah dalam setiap kegiatan Rumah Amal sebagai kontribusi mendukung program Universitas Syiah Kuala Bebas Sampah Plastik ” ujar Tedy.

Proses penyembelihan berlangsung pada Hari Rabu (21/7) bertempat di pelataran Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala mulai pukul 06.30 s.d 12.30 Wib yang dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Marwan, M.Sc, Wakil Rektor III Universitas Syiah Kuala, Dr. Alfiansyah Yulianur, BC, Ketua BKM Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala Prof. Mustanir., M.Sc, direktur, wakil direktur dan segenap pengurus Rumah Amal Masjid Jamik serta para dosen di lingkungan Universitas Syiah Kuala.

Total hewan qurban berjumlah 10 (sepuluh) ekor yang terdiri dari 5 (lima) ekor sapi dan 5 (lima) ekor kambing dengan total penerima manfaat qurban sebanyak 266 orang. Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK Dr. rer. pol. Heru Fahlevi, M.Sc menyambut baik pelaksanaan qurban yang dilaksanakan sesuai protokol Kesehatan

“Mematuhi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan  Berbasis Mikro (PPKM) oleh Pemerintah Aceh, dalam proses pelaksanaan qurban kita menerapkan protokol kesehatan, seperti wajib menggunakan masker, menyediakan tempat mencuci tangan dan hand sanitizer, serta saling menjaga jarak saat melihat proses penyembelihan hewan” ungkap Heru.

Selain ramah lingkungan, Green Qurban Rumah Amal Masid Jamik Syiah Kuala juga memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan diqurbankan. Untuk itu, Rumah Amal berkolaborasi dengan tim kesehatan hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang terdiri dari Dr. drh. Dasrul, M.Si, drh. Dian Masyita, M.P., Dr. drh. Sugito, M.Si, Dr. drh. Hafizuddin, M.Si, dan drh. Riyan Ferdian, M.Si. untuk memastikan kelayakan hewan dan mengawasi kebersihan selama berlangsungnya proses pelaksanaan qurban.

Haris Munandar, S.Pd., Gr selaku Manajer Opersional Rumah Amal mengatakan, oprogram rutin tahunan ini terselenggara bekerjasama dengan Bank Syariah Indonesia KCP Darussalam, BKM Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala, serta Lembaga Dakwah Kampus (LDK) FOSMA Universitas Syiah Kuala. Lembaga yang memiliki tagline utama Memberdayakan dan Mengangkat Martabat ini menjadikan program qurban sebagai salah satu program unggulan karena dipastikan akan memberikan manfaat nyata dan kebahagiaan bagi masyarakat khususnya di hari Raya Idul Adha.

“Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala mewakili para penerima manfaat qurban mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh shohibul qurban. Insya Allah setiap helai bulu hewan yang diqurbankan akan menjadi kebaikan dan semoga ridha Allah Swt tercurah kepada kita semua, Aamiin ya Rabbal 'alamin”, ucap Haris.

Program Lain Dari Rumah Amal USK

Selain itu, Haris juga mengungkapkan, disamping program qurban Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala juga memiliki berbagai program unggulan yang terbagi kedalam beberapa kategori, diantaranya adalah Program Amal Pemberdayaan, Program Amal Kemanusiaan, Program Amal Syiar Islam, serta Program Amal Pendidikan.

Termasuk ke dalam Program Amal Pemberdayaan adalah Program Pemberdayaan Masyarakat Dhuafa (P2EMD) yang bekerjasama dengan lembaga LPPM Universitas Syiah Kuala dan Program Seribu Ternak Bebek bagi masyarakat kurang mampu. Program Amal Kemanusiaan mencakup program Rumah Amal Peduli Sigra, Dana Solidaritas Ummat, Bantuan Darurat, dan Pinjaman Tanpa Syarat. Sedangkan Program Amal Syiar Islam diantaranya adalah Santunan Da’i Perbatasan serta Beasiswa dan Santunan Muallaf.

Terakhir, tambah Haris, juga ada Progam Amal Pendidikan meliputi Beasiswa Syiah Kuala, Beasiswa Prestasi Rumah Amal (BPRA), Beasiswa Santri, Beasiswa Mahasiswa Internasional, dan Beasiswa Orang Tua Asuh serta Beasiswa Bantuan Dana Pendidikan (SPP) yang proses pendaftarannya berlangsung hingga 25 Juli mendatang. Keseluruhan program tersebut ditujukan kepada massyarakat kurang mampu baik di internal maupun eksternal Universitas Syiah Kuala. Agar penyaluran manfaat kepada pihak eksternal lebih tepat sasaran, Rumah Amal menggandeng mitra strategis, diantaranya Forum Dai Perbatasan (FDP), YAKESMA Aceh, serta Pondok Tahfizh Qur’an dan Enterpreneur Darul Hikmah.

“Rumah Amal terus berupaya menciptakan program-program terbaik dengan harapan lebih banyak manfaat yang dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, tentunya dengan dukungan dari seluruh muzakki dan donatur Rumah Amal”, tutup Haris.