TDMRC USK Peringati 17 Tahun Tsunami Aceh

29.12.2021 Humas

Peneliti Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK menyelenggarakan kegiatan peringatan 17 tahun tsunami Aceh. Kegiatan bertema “Commemorating 17th Years of the 2004 Indian Ocean Tsunami: Mitigation and Preparedness for Sustainable Developments Goals” berupa webinar internasional yang dilaksanakan pada 23 Desember 2021 pukul 08.00 s.d 12.30 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh 151 orang peserta dari berbagai institusi dan negara. Menurut Juliana Fisaini, selaku ketua panitia, kegiatan ini akan menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pengurangan risiko bencana bagi masyarakat dan generasi berikutnya. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari para peserta.

Webinar ini mengundang tujuh panelis dari enam negara. Panelis pertama adalah Dr. Prasanthi Ranasinghe dari Lanka Hydraulic Institute, Sri Lanka, membawakan materi berjudul “Revisiting of Tsunami Preparedness Measures in Sri Lanka”. Panelis kedua adalah Ms. Marlene Murray, CEO dari  Pacific Tsunami Museum, Hawaii, USA, membawakan materi berjudul “Tsunami Education: Challenges and Solutions”. Panelis ketiga adalah Assoc. Prof. Elizabeth Maly dari IRIDeS, Tohoku University, Jepang, membawakan materi berjudul “Sharing stories of disaster and recovery across the Pacific Ocean”.

Selanjutnya, panelis keempat adalah Assoc. Prof. Syamsidik, Direktur TDMRC, Universitas Syiah Kuala, Indonesia, membawakan materi berjudul “Connecting mitigation measures to local context in Aceh: A perspective from a long-term tsunami recover”. Panelis kelima adalah Dr. Natt Leelawat dari Chulalongkorn University, Thailand, membawakan materi berjudul “Today in Thailand: Tsunami Disaster Risk Reduction”. Panelis keenam adalah Dr. Mahmood Riyaz, dari GeotechMaldives, Maldives, membawakan materi berjudul “Impacts of 2004 Indian Ocean Tsunami on the Maldives: A trigger for design enhanced mitigation in reef islands”, dan panelis ketujuh adalah Assoc. Prof. Anawat Suppasri dari IRIDeS, Tohoku University, Jepang, membawakan materi berjudul “Japanese contribution to the 2004 IOT tsunami affected countries”