Tim Unsyiah Menang Debat SDGs

11.10.2019 Humas

Tim Debat Unsyiah sekali lagi berhasil meraih prestasi di tingkat nasional dalam lomba debat "SDGs Debate: The Future is Oursyang diselenggarakan UNDP Indonesia bersama Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Luar Negeri, dan Tanoto Foundation. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Atma Jaya dan Hotel Fairmont, Jakarta, 6-9 Oktober 2019. Tema debat yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ini, turut diikuti 65 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Tetapi, hanya 24 tim yang lolos tahap administrasi.

Tim Unsyiah terdiri dari Muhammad Ghifari Karsa (Fakultas Kedokteran), Naufal Gusti (Fakultas Kedokteran) dan Cut Puan Tiszani Pasha (Fakultas Teknik) berhasil meraih juara 2 setelah tampil sebagai tim pemerintah melawan Institut Teknologi Bandung (oposisi) di babak Grand Final, dengan mosi debat: Dewan Ini Akan Mencabut Hak Eksklusif Negara Atas Perikanan, Sumber Daya, dan Teritori Yang Terletak di Perairan dan Akan Diserahkan Kepada Badan Internasional Yang Independen. Penghargaan khusus sebagai pembicara terbaik (best speaker) juga berhasil direbut oleh anggota tim Unsyiah yakni Muhammad Ghifari Karsa.

Sebelumnya, tim Unsyiah berhasil masuk ke babak perempat final setelah melalui 3 babak pra-eliminary. Berdasarkan akumulasi nilai yang dikumpulkan dari 3 babak tersebut, tim Unsyiah menduduki peringkat ke-2, sekaligus menjadi satu-satunya tim yang berasal dari luar Pulau Jawa yang tembus ke babak perempat final. Pada babak perempat final dan semifinal, tim Unsyiah berhasil berturut-turut mengalahkan Universitas Indonesia dan Universitas Presiden.

  

“Ini menjadi suatu kebanggaan bagi Aceh, dan bagi Unsyiah khususnya karena kita berhasil melakukan yang terbaik, dan alhamdulillah meraih gelar juara dan best speaker,” imbuh pelatih Tim Debat Unsyiah, Muhammad Iqhrammullah.

Kesuksesan ini tidak lepas dari besarnya dukungan, baik moral dan finansial, yang telah diberikan oleh pihak Universitas Syiah Kuala melalui biro kemahasiswaan, unit Pengembangan Penalaran dan Kreativitas Mahasiswa (P2KM), Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik. Tak kalah pentingnya pula peran dari klub debat Unsyiah (Unsyiah Debating Club – UDC) dalam memberikan persiapan matang kepada para delegasi.

Ketua UDC, Sultan Rizky Muhammad, mengaku bangga dengan ketiga perwakilan Unsyiah dan berharap agar anggota lainnya dapat termotivasi.

“Kami amat merasa bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh ketiga member UDC tersebut, dan kami berharap agar prestasi ini dapat memotivasi member-member UDC lainnya untuk tidak pantang menyerah dan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik.”

Sultan juga mengakui pentingnya lomba debat ini sebagai wadah desiminasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan program penting organisasi global antar negara, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini dikonfirmasi langsung oleh salah satu delegasi Unsyiah, Muhammad Ghifari Karsa.

"Kompetisinya sangat luar biasa. Kita diharuskan memahami SDGs secara mendalam dan paham akan permasalahan secara global. Generasi muda diajak untuk kritis dan turut andil memberi solusi terhadap pembangunan berkelanjutan." (Humas Unsyiah/fer)