Tim USK Raih Juara 1 Pada UNJA EXPO Kategori Pitching

02.12.2021 Humas

Tim KiesBay perwakilan Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Juara 1 kategori Pitching (Business Matching) dalam UNJA SMART COLLABORACTION EXPO 2021 yang diselenggarakan oleh Universitas Jambi pada 18-19 November 2021.

Ajang kompetisi berskala nasional itu, menantang mahasiswa dari berbagai universitas seluruh Indonesia, sebagai bentuk pembinaan bidang penalaran mahasiswa menuju pencapaian prestasi nasional bahkan internasional.

Tema tahun ini yaitu Smart-CollaborAction for Competitive Advantage dengan tagline Swarna Bumi (Semarak Wirausaha Muda Unja Berkarya Untuk Negeri), memiliki harapan untuk dapat menghadirkan talenta terbaik yang mampu memperoleh keunggulan kompetitif dalam bidang entrepreneurship.

Tim yang beranggotakan dua mahasiswa dari fakultas yang berbeda, yaitu Syakirullah SM sebagai Chief Executive Officer (CEO) dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Saidatul Wulya sebagai Chief Operating Officer (COO) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian. Mereka memperkenalkan sebuah produk biskuit yang menjadi solusi bagi permasalahan stunting di Indonesia dan Aceh khususnya.

Saidatul Wulya menyampaikan bahwa, saat ini sebanyak 149 juta anak di dunia mengalami stunting. Di Indonesia, lebih dari 50% provinsi nya memiliki angka prevalensi stunting diatas angka nasional (27,3%). Provinsi Aceh menjadi daerah kelima tertinggi di Indonesia, dengan prevalensi stunting sebesar 33,6%.

Melihat permasalah tersebut mucul rasa prihatin terhadap isu permasalahan stunting, yang efeknya dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak dan mempengaruhi masa depan bangsa. Namun, pencegahan stunting masih sangat mungkin untuk dilakukan dengan pemenuhan gizi yang cukup bagi calon ibu, ibu hamil dan bayi.

“Hal ini dapat dilakukan dengan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif, seperti pemenuhan nutrisi dan asupan zat besi pada ibu, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI lanjutan. Selain itu, skrining kesehatan ibu dan bayi baru lahir serta peningkatan akses terhadap air bersih, sanitasi yang memadai dan pemeliharaan lingkungan yang sehat juga penting,” jelas Saidatul Wulya.

Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian ini mengatakan, pihaknya mengolah bahan utama yaitu tepung tulang ikan dan daun kelor (Moringa leaves) yang memiliki kandungan gizi tinggi yang dapat membantu memenuhi gizi anak serta dapat berperan sebagai MPASI (Makanan Pendamping ASI).

“Dengan produk biskuit KiesBay diharapkan dapat membantu meningkatkan gizi anak pada usia golden age dengan produknya yaitu biskuit MPASI sebagai pemenuhan gizi disamping ASI yang bermanfaat dan dapat mencegah stunting pada bayi dan anak,” imbuhnya.

Berdasarkan dari hasil riset, ditemui bahwa nutrisi pada 100 gram tepung tulang ikan mengandung 17 kali kalsium lebih tinggi dibandingkan susu, dengan jumlah protein yang lebih tinggi, fosfor, dan zat besi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu nutrisi dalam 100 gram daun kelor memiliki kandungan zat besi 25 kali lebih banyak dibandingkan dengan bayam dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dibandingkan pada jeruk. Sumber daya dari hasil kelautan dan pertanian ini sangat bagus untuk dimanfaatkan menjadi produk pemenuhan gizi.

“Kami berharap melalui inovasi ini dapat menginspirasi serta membangun kesadaran dan semangat mahasiswa Indonesia untuk menemukan peluang bisnis baru, yang sekaligus juga dapat meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap berbagai pemasalahan yang ada, serta mampu mewujudkannya secara nyata dalam bentuk inovasi ide bisnis untuk membuka peluang kerja baru dan membantu perekonomian nasional. Karena jika tidak dimulai dari kita, dari siapa lagi,” tutup Syakirullah.