Trend Pengaksesan dan Penjualan Buku Unsyiah Press Meningkat

05.05.2020 Humas

Meskipun dalam kondisi merebaknya virus corona (Covid-19), trend pengaksesan dan penjualan buku di Unsyiah Press tetap meningkat. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala UPT Percetakan Unsyiah Dr. Taufiq A Gani. (Banda Aceh, 3/5/2020).

“Memasuki hampir dua bulan penuh pandemi Corona, trend pengaksesan dan penjualan buku  elektronik Unsyiah Press di Google Book tetap menunjukkan trend yang mencerahkan,” ucap Taufiq.

Taufiq menjelaskan, Google Book adalah sebuah toko buku online yang dikelola oleh Google berbasis cloud. Di mana pengguna dapat membaca buku yang ditayangkan dan dapat mengorder/membeli sebagai koleksi buku pribadinya di Akun Google. Katalog koleksi Google Book Unsyiah Press dapat diakses di https://unsyiahpress.unsyiah.ac.id/product-category/google-book/.

“Keuntungannya adalah pengguna dapat membaca koleksinya kapan saja, lewat hp atau laptopnya tanpa direpotkan menyimpan dan membawa koleksi karena sudah tersimpan di cloud,” ucapnya.

Menurutnya, pencapaian ini terwujud berkat dukungan pimpinan Unsyiah, serta partisipasi aktif para Volunteer Mahasiswa Unsyiah yang direkrut khusus. Unsyiah Press memutuskan untuk exist di Google Book sejak November 2019 sebagai upaya memasarkan koleksi buku yang diterbitkannya.

Taufiq juga mengungkapkan, selama ini pemasaran buku tersebut sangat terbatas, hanya didominasi oleh relasi penulis dengan lingkungan yang sangat terbatas (mahasiswa sendiri dan koleganya).

Sementara diketahui Unsyiah memiliki SDM akademik yang cemerlang. Seperti yang  terlihat dari pencapaian publikasi artikel jurnalnya yang akhir-akhir tahun ini sangat membanggakan. Namun hal ini tidak diikuti dengan penulisan dan penjualan  bukunya. Padahal buku adalah juga sebuah karya, produk akademik yang memiliki segmen pengguna sendiri dan khas disamping artikel jurnal.

“Menyadari hal itu upaya yang dilakukan oleh Unsyiah Press adalah memperbaiki tata-kelola penerbitan menjadi standar lazimnya penerbitan ternama di Indonesia, menaikkan kapasitas dan kualitas produksi dan mencari peluang pasar baru untuk penjualan buku,” ucapnya.

Taufiq mengakui, pandemi corona telah menyebabkan bisnis percetakan yang  menjadi core utama terhenti,  karena aktivitas di kampus Unsyiah  berhenti total tiba-tiba. Akibatnya omzet Unsyiah Press terhempas tiba-tiba.

Namun demikian, berdasarkan data yang diberikan oleh Google hari ini (3 Mei 2020), walaupun secara rupiah proporsi penjualan buku lewat market place Google Book masih kecil dari target penjualan keseluruhan, trend menunjukkan bahwa pengasesan dan penjualan buku elektronik melalui market place ini tetap prospektif.

“Walaupun pandemic corona menganggu aktivitas lain selama bulan Maret dan April 2020, Book Visit dan Page View koleksi Unsyiah Press di Google Book, naik dua kali lipat dibandingkan sebelum Pandemic Corona bulan Februari 2020,” ucapnya.

Peningkatan kunjungan diatas, menurutnya, juga diikuti dengan peningkatan jumlah buku yag terjual yang juga hampir dua kali lipat.

Selain itu, Taufiq juga mengatakan pimpinan Unsyiah pada tahun 2020 ini sudah menaikkan dana hibah penulisan buku untuk dosen Unsyaih sebanyak 2 kali lipat, yang akan diluncurkan bulan ini. Saat ini Unsyiah Press juga telah menjadi anggota IKAPI dan APPTI, serta teregisterasi di Perpusnas RI untuk pengurusan ISBN.

Ia pun berharap, atas perhatian Pimpinan ini civitas Unsyiah bisa semakin produktif menghasilkan karya buku terbaik sebagai produk utama Unsyiah untuk masyarakat.

“Harus disadari bahwa buku bagi BLU Unsyiah memiliki dua nilai penting, yaitu nilai akademik dan nilai finansial untuk mewujudkan visi misi Unsyiah,” pungkasnya.