Unsyiah Bahas Langkah Pencegahan Covid-19

12.03.2020 Humas

Menindaklanjuti surat edaran Menteri pendidikan dn Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Corona Virus Disease (covid-19) Pada Satuan Pendidikan, Universitas Syiah Kuala mengadakan Rapat Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Coronavirus Di Iingkungan kampus pada Rabu (11/3) di Balai Senat Unsyiah, Darussalam. Rapat ini diikuti oleh pimpinan Unsyiah, para dekan, kepala biro, kepala lembaga, beberapa pegawai dan mahasiswa Unsyiah.

Dalam rapat koordinasi ini, Wakil Rektor III Unsyiah Dr. Alfiansyah menekankan agar sesegera mungkin dapat dilakukan tindakan untuk menghalangi dan mencegah penyebaran coronavirus.

“Sosialisasi sebaiknya segera dilakukan, dimulai dari kalangan internal Unsyiah, seperti mahasiswa dan pegawai”.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT. Safrizal memberikan pemaparan terkait segala hal yang berhubungan dengan covid-19 dan kesiapan Aceh menghadapinya. Diantaranya mengenai proses penularan virus, ketersediaan petugas kesehatan yang ada di Aceh, kesiapan rumah sakit di Aceh, prosedur penanganannya dan pengobatannya, serta berbagai hal untuk pencegahannya.

Menurutnya, ada 3 hal yang bisa dilakukan oleh Unsyiah dalam masalah ini. Pertama adalah sosialisasi kepada mahasiswa dan masyarakat (baik melalui seminar ataupun media sosial). Menurutnya, masih kurangnya pengetahuan masyarakat terkait wabah covid-19 dan bagaimana pencegahannya menjadi tantangan tersendiri dalam kasus ini. Kedua, melakukan pengkajian dalam hal medis, sosioekonomi, dan pengkajian lain yang bisa menghasilkan kebijakan. Ketiga adalah penyiapan sumber daya manusia, seperti mempersiapkan tenaga media cadangan terlatih dan tenaga non media cadangan terlatih.

Dosen pada Fakultas Kedokteran Unsyiah ini juga menyampaikan, FK Unsyiah siap menjadi aktor dalam upaya pencegahan penyebaran virus ini. Mereka siap melakukan sosialisasi untuk memberi panduan pada mahasiswa dan sivitas Unsyiah tentang bagaimana menghindari penularan virus ini, juga untuk meredam kepanikan yang ada. FK Unsyiah juga sudah menyiapkan brosur berisi panduan praktis mencegah corona virus dan siap mengedarkannya kepada masyarakat Aceh.

Syahrizal juga menghimbau untuk tidak melakukan jabat tangan. Karena akses tangan sangat berpotensi menyebabkan virus tersebut hinggap di tubuh seseorang.

“Pengobatan untuk penderita covid 19 saat ini belum ada, hanya pengobatan  yang bersifat simptomatis. Jadi kita harus sangat berhati-hati. Akses tangan selalu harus dijaga, hati-hati dengan apapun yang kita pegang”.

“Jangan cemas jika tidak ada hand sanitizer, karena pencegahan virus ini tidak harus pakai hand sanitizer. Pakai air mengalir saja sudah cukup, bahkan 20 detik cuci tangan dengan air mengalir lebih bersih dari penggunaan hand sanitizer”, ujarnya.

Sebagai tahap awal upaya pencegahan corona virus, Unsyiah akan melakukan sosialisasi di berbagai tempat, diawali dari lingkup kampus. Unsyiah juga berencana membuat satgas khusus penanganan corona virus, menyediakan sarana cuci tangan dengan air yang mengalir dilengkapi sabun antiseptik di setiap unit kerja, bahkan jika memungkinkan akan memproduksi hand sanitizer secara mandiri.