Unsyiah dan BI Jalin Kerja Sama untuk Kembangkan Nilam Aceh

01.03.2019 Humas

Universitas Syiah Kuala bersama Bank Indonesia Perwakilan Banda Aceh sepakat dalam menjalin kerja sama untuk mengembangkan nilam Aceh. Komitmen ini ditandai dengan pertemuan kedua pimpinan institusi tersebut yaitu Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng dan Kepala BI Perwakilan Aceh Zainal Arifin Lubis di Ruang Mini Rektor Unsyiah. Darussalam, (Kamis, 28/2).

Rektor Unsyiah mengatakan, Aceh adalah daerah yang sangat potensial untuk mengembangkan nilam. Sejarah telah membuktikan bahwa nilam Aceh pernah berjaya menguasai pasar dunia. Dari segi kualitas, nilam Aceh juga diakui oleh para eksportir sebagai nilam dengan kualitas terbaik.

“Oleh sebab itu, Unsyiah melalui pusat studinya yaitu Atsiri Research Center (ARC) terus berupaya untuk membangkitkan kembali kejayaan nilam Aceh,” ungkap Rektor.

Zainal Arifin menjelaskan, kejayaan nilam Aceh dapat bangkit kembali jika semua pihak mau terlibat. Oleh sebab itu, Bank Indonesia siap mendukung rencana pengembangan komoditi unggulan Aceh ini.

“Komiditi ini bisa bangkit kembali, jika kita sepakat untuk membangunnya mulai dari sektor hulu dan hilir,” ucapnya.

Sementara itu Kepala ARC Unsyiah Dr. Syaifullah Muhammad, S.T. M.Eng menjelaskan, pertemuan ini merupakan pendekatan Quadrople Helix yang merupakan strategi ARC untuk membangkitkan industri nilam Aceh.

“Jadi pertemuan ini adalah wujud sinergisitas antara pemerintah, universitas, serta dunia usaha untuk sama-sama  mengembangkan nilam Aceh,” ujarnya.

Syaifullah menjelaskan, bahwa ARC Unsyiah saat ini telah menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) khusus untuk komiditi nilam. Predikat ini diberikan oleh Kemenristekdikti sejak 2017, setelah menilai kontribusi nyata  ARC selama ini dalam membangun ekosistem yang baik untuk industri nilam Aceh.  

Turut hadir dalam pertemuan ini Sekjen Abdul Sobur Wakil Rektor I Unsyiah Prof.Dr. Marwan, Wakil Rektor IV Dr. Hizir, Ketua Senat Unsyiah Prof.Dr. Said Muhammad, M.A. serta Sekretaris Jendral Himpunan Indusri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur.