Unsyiah dan IPB Sepakat Wujudkan Program Kampus Merdeka

13.07.2020 Humas

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menjalin kerja sama dengan IPB dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan nota kerja sama antara Unsyiah dan IPB ini dilakukan secara daring oleh Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., dan Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. dari kampus masing-masing (10/7).

Dalam sambutannya, Arif Satria menuturkan, Unsyiah memiliki banyak modal yang bisa disinergikan dengan IPB. Karena itu Arif sangat senang bisa berkolaborasi dengan Unsyiah.

Arif juga berkomitmen untuk membuat lompatan-lompatan baru bersama Unsyiah dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun tambahnya, yang pertama harus kita lakukan adalah merealisasikan program kampus merdeka, yaitu merdeka belajar.

“Saya sangat ingin Unsyiah dan IPB bisa segera merealisasikan program merdeka belajar, dimana mahasiswa dari IPB dapat mengambil kredit kuliah di Unsyiah, dan mahasiswa dari Unsyiah bisa belajar di IPB”, tutur Arif.

Menurut Arif, program kampus merdeka, merdeka belajar ini ditandai dengan adanya perkawinan massal antara berbagai kampus. Jika program ini bisa terkendali dengan baik, akan menghasilkan terobosan baru di Indonesia. Lulusan-lulusan dari setiap kampus akan menjadi lebih berpengalaman karena ilmu yang mereka miliki tidak terbatas di satu bidang dan wawasan yang mereka miliki tidak hanya berasal dari satu tempat.

“Saya berharap Unsyiah dan IPB bisa terus maju bersama”. Tutupnya.

Sementara itu, Rektor Unsyiah, Samsul Rizal mengatakan Unsyiah sebenarnya sudah lama bekerja sama dengan IPB. IPB adalah salah satu kampus yang banyak memberikan dukungan kepada Unsyiah selama ini.

Menurut Samsul, lompatan yang bisa dilakukan Unsyiah selama ini tidak terlepas dari dukungan IPB, salah satu yang terbesar adalah penjaminan mutu dan rencana strategis yang dibimbing oleh IPB.

“Akreditasi Unsyiah bisa melompat dari akreditasi C ke A adalah berkat dukungan besar dari IPB”, tegasnya.

Sepaham dengan Arif, Samsul sepakat untuk segera menerapkan merdeka belajar dengan IPB.

Menurut Samsul trend yang ada saat ini adalah, semua bisa dilakukan secara virtual. Ini akan memudahkan kampus untuk merealisasikan program merdeka belajar. Metode kuliah daring bisa mengatasi hambatan jarak dan waktu.

Ada banyak hal di Unsyiah yang bisa dijadikan bahan penelitian dan proyek pengembangan, salah satunya adalah nilam. Samsul pun berharap semoga kerja sama Unsyiah dengan IPB ini bisa menghasilkan terobosan terobosan baru dimasa depan.