Unsyiah Gelar Konferensi Internasional ICATES

21.08.2019 Humas

Universitas Syiah Kuala bersama Universitas Malaysia Pahang menggelar International Conference on Agricultural Technology, Engineering, and Environmental Sciences (ICATES) 2019. Konferensi yang berlangsung di Hotel Oasis Aceh, Banda Aceh, 21 Agustus 2019 ini, fokus membahas bidang teknologi pertanian, teknik, dan ilmu lingkungan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Ketua panitia, Dr. Ing. Agus Arip Munawar, mengatakan tujuan kegiatan ini untuk berbagi hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu, sekaligus mengembangkan kolaborasi di antara peneliti. Tercatat ada 101 makalah dari berbagai disiplin ilmu dan institusi dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Cina, Filipina, Thailand, dan Rusia yang ikut dalam konferensi ini.

Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr. Hizir, menyebutkan Unsyiah terus mencari dan mengembangkan inovasi baru dan program berkelanjutan yang dapat meningkatkan perfoma akademisi dan layanan masyarakat.

“Konferensi ini sejalan dengan semangat Unsyiah dalam menghadapi era industri global 4.0.”

Ia menambahkan jika saat ini, banyak aspek di dalam kehidupan yang berkaitan erat dengan bidang teknik dan sains. Tetapi ia berharap agar tetap memperhatikan permasalahan pertanian dan lingkungan. Ia pun yakin jika pertemuan para akademisi ini dapat meningkatkan pengetahuan dan perspektif dalam mengembangkan jaringan ilmiah di antara peneliti.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang menjadi keynote speaker mengatakan revolusi industri 4.0 adalah salah satu topik yang paling ramai dibahas di seluruh dunia dalam perspektif akademik dan praktisi. Revolusi ini mengubah cara bekerja dengan mengadopsi teknologi digital, termasuk di bidang pertanian. Oleh karena itu lanjutnya, teknologi untuk pertanian dalam industri 4.0 harus dapat mengembangkan generasi agrikultura baru, sekaligus mengisi kesenjangan konektivitas dengan petani.

Konferensi ini juga menhadirkan pembicara dari berbagai universitas dan praktisi dunia, seperti dari Jerman, Australia, Malaysia, dan Indonesia. (Humas Unsyiah/fer)