Unsyiah Gelar Sharing Session Tentang Waqaf Pendidikan Tinggi

09.09.2019 Humas

Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan Kolej Universiti Bestari (UCB) Malaysia mengadakan kuliah tamu/sharing session membahas tentang waqaf pendidikan tinggi. Kuliah tamu ini disampaikan oleh YM Prof Dato Dr Teungku Mahmud Mansor, Pengerusi lembaga pengelola Kolej Universiti Bestari di Balai Senat Unsyiah, Jumat (6/9). Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan dosen di lingkungan Unsyiah.

Ketua Pusat Studi Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Islam, Dr. Ridan Nurdin, SE., MA. Mengatakan kuliah tamu ini sangat penting bagi Unsyiah karena Unsyiah sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dan sudah harus mencari dana sendiri untuk membiayai kampus. Karena itu, menurutnya, Unsyiah perlu mendapatkan insight dari perguruan tinggi lain yang sudah berpengalaman mengelola waqaf pendidikan tinggi.

  

Dalam pemaparannya, Prof Dato yang juga Presiden Yayasan Waqah Pendidikan Anak Yatim Dan Miskin (YAWATIM) ASEAN dan Presiden Pertubuhan Kebajikan Anak Anak Yatim Malaysia (PEYATIM) menceritakan awal mula dirinya berkecimpung di bidang ini. 30 tahun lalu, ia memulai semuanya dengan waqaf kelapa sawit. Saat itu ia membeli setiap pokok kelapa sawit dengan harga 200ribu. Dalam masa tiga tahun, ladang kelapa sawit mereka sudah seluas 850 hektar. Yang saat itu cukup untuk menghidupi 400 org anak yatim.

Sampai dengan saat ini, Prof Dato mengelola 76 asrama anak yatim di Malaysia. Ia juga berhasil menjadi inisiator berdirinya perguruan tinggi di Malaysia (UCB) yang tidak  mencari keuntungan, tapi bertujuan untuk menghidupi anak-anak yatim. Ia mengaatakan bahwa pihaknya juga akan mnencari anak yatim bebanyak 5 orang dari Aceh untuk melanjutkan studinya di malaysia secara gratis.

“Tujuan saya, waqaf yang kita berikan ini bisa melahirkan anak-anak yatim bermanfaat, Waqaf yang kita upayakan adalah waqah yang aktif, yang bisa melahirkan sumber perekonomian bagi mereka (anak yatim) sendiri, masyarakat, bahkan negara”, tutupnya.