Unsyiah Latih Masyarakat Mengolah Produk Melinjo Berbasis Internet Marketing

06.08.2019 Humas

Dosen Universitas Syiah Kuala melaksanakan pelatihan produk berbahan baku melinjo dan pemasaran berbasis internet marketing  di Gampong Lamceu, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar Kamis (1/8/2019). Kegiatan pengabdian ini merupakan program dari Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) Unsyiah Tahun 2019, yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).

Tim pengabdi Unsyiah ini terdiri dari Dewi Sri Jayanti, S.TP, M.Sc sebagai Ketua Tim. Lalu Dr. Rajibussalim, S.Si., M.Sc., M.InfoTech dan Dr. Yuliani Aisyah, S.TP, M.Si sebagai Anggota Tim.

Dewi menjelaskan, Tim ini   memperkenalkan dan mendesain alat dan mesin teknologi tepat guna berupa alat pengering tipe Hohenheim, alat penepung (miller machine), vacuum sealer dan aplikasi internet marketing.

Selain itu, mereka juga memberi introduksi dan pendampingan dalam penggunaan alat dan mesin, pengolahan produk berbahan baku melinjo meliputi produk kue kering kastengel melinjo, kue kering melinjo renyah, tepung melinjo, emping aneka rasa (cokelat, balado, keju, jagung), ting-ting melinjo, teh melinjo, nugget melinjo, keripik daun melinjo, dan emping chocolate dan pengaplikasian internet marketing sebagai strategi pemasaran dengan mendesainwebsiteSearch Engine Optimization (SEO) dan Social Media/Networking.

Produk olahan melinjo ini sudah dipasarkan pada acara Expo MTQN ke XIV, di Komplek Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. Dan dalam beberapa bulan ke depan sudah lengkap tersedia di Toko Kue Seulanga yang beralamat di Jalan Blang Bintang Lama, Lamceu. Atau dapat dipesan secara online melalui laman http://tokokueseulangalamceu.com/Facebook, Twitter, Whatsapp, dan Instagram (dengan nama akun Toko Kue Seulanga).

“PKBMP ini bertujuan untuk memberdayakan, mengembangkan masyarakat yang produktif secara ekonomi dan meningkatkan keterampilan kelompok masyarakat agar dapat menghasilkan sebuah produk inovasi yang merupakan produk khas, berbasis kearifan lokal dan memiliki nilai kompetitif di pasar domestik,” ucap Dewi.

Ia juga menjelaskan, bahwa pelatihan ini ditujukan untuk kelompok ibu-ibu rumah tangga, remaja putus sekolah dan kelompok masyarakat lainnya agar memiliki motivasi tinggi untuk berwirausaha. Sekaligus menstimulasi masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja baru dalam upaya mengurangi jumlah pengangguran agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mayarakat serta menumbuhkan minat masyarakat untuk mengolah melinjo menjadiberagam produk baru.

Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan dan program pemerintah daerah Kabupaten Aceh Besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif menjadi lebih terarah dan juga diharapkan dapat mengembangkan produk khas dan berbasis kearifan lokal yang didasari oleh sebuah program yang saat ini sedang dilaksanakan yaitu One Village One Product (OVOP).

Hasil produksi dari kegiatan ini akan dijadikan sebagai contoh program One Village One Product (OVOP) dalam upaya pengembangan desa dan kelompok masyarakat serta akan diterapkan kepada  kelompok masyarakat lain di Gampong Lamceu dan desa-desa lainnya di Kabupaten Aceh Besar.