USK dan UNHCR Perkuat Dukungan Kemanusiaan untuk Pengungsi

18.07.2022 Humas

Universitas Syiah Kuala dan United Nations High Commissioner for Refugess (UNHCR) sepakat untuk memperkuat dukungan kemanusiaan kepada pengungsi. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan dengan Perwakilan UNHCR Indonesia Ann Maymann di Balai Senat USK. (Banda Aceh, 18 Juli 2022).

Adapun ruang lingkup kerja sama dari kedua institusi ini adalah menciptakan kesempatan pendidikan bagi pengungsi dan kegiatan relawan, meningkatkan kesadaran dan mempromosikan saling pengertian serta hidup berdampingan secara damai antara pengungsi dan masyarakat, kolaborasi dan mendukung kesempatan pelatihan bagi pengungsi, bekerja sama dalam advokasi hak-hak pengungsi.
 
Rektor dalam sambutannya mengatakan, pengungsi merupakan sebuah isu yang harus menjadi perhatian kita bersama. Mengingat hal tersebut berkaitan erat dengan nilai-nilai kemanusian. Terlebih lagi bagi masyarakat Aceh, yang punya riwayat konflik panjang sehingga turut merasakan nasib sebagai pengungsi.

“kerja sama ini punya makna penting bagi kita semua, karena merupakan landasan bagi kita untuk memperkuat perlindungan dan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi,” ucap Rektor.
Selanjutnya, Rektor berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut. Apalagi program kerja sama ini dapat bersinergi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang USK laksanakan. Seperti penelitian bersama, kegiatan pendampingan bagi pengungsi untuk mendapatkan penelitian dan  lainnya.
 

“Artinya ada banyak peluang-peluang kerja sama lainnya yang dapat kita kembangkan,” ucap Rektor.

Sementara itu Ann Maymann menyambut baik atas kesediaan USK menjalin kerja sama dengan UNHCR. Selain USK, Ann Maymann mengungkapkan, UNHCR juga telah menjalin kerja sama serupa dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya di Indonesia.  Sebab menurutnya, persoalan pengungsi ini sebenarnya sangat kompleks sehingga membutuhkan dukunga semua pihak untuk menyelesaikannya.

“Selain itu, kami menilai perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam mendukung upaya-upaya perlindungan terhadap pengungsi,” ucapnya.
 
Turut hadir dalam kegiatan ini Asisten Protection Officer UNHCR Dwita Aryani, Assiten Security Officer UNHCR Ade Faisal Siregar, Protection Associate Nurul Fitri Lubis. Sementara itu dari pihak USK, turut hadir Wakil Rektor IV USK Dr. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng, serta sejumlah dekan dalam lingkungan USK.