USK Gelar Bedah Buku Pejuang Aceh “Ayah Gani”

15.11.2021 Humas

Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar peluncuran dan bedah buku karya Drs. H. Ramly Ganie yang berjudul Ayah Gani: Ketua Dewan Revolusi DI/TII Aceh. (Banda Aceh, 15 Desember 2021)

Kegiatan peluncuran dan bedah buku secara luring dan daring ini  dibuka oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., Asean.Eng. Buku Ayah Gani ini dibedah oleh dua orang pakar, yaitu Guru Besar USK, Prof. Dr. Ahmad Humam Hamid, MA. dan Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof. Yusni Saby, MA. Ph.D., yang dimoderatori oleh Prof. Bachtiar Aly, MA. pakar komunikasi politik Indonesia yang langsung dihadirkan dari Jakarta.

Dalam sambutannya, penulis buku Ayah Gani, Ramly Ganie mengungkapkan rasa syukur karena bisa menyelesaikan buku Ayah Ganie dengan baik. Ayah Ganie adalah seorang pejuang pendidikan sekaligus pejuang revolusi DI/TII Aceh, yang perannya masih belum banyak diketahui.

“Memoar Ayah Gani tidak akan menjadi sebuah buku kalau bukan karena orang-orang di sekitar saya yang mendorong saya menulis buku ini”, kata Ramly.

Banyak tantangan yang dihadapi oleh Ramly dalam perjalanannya menulis. Mulai dari bahan tulisan yang tersebar dimana-mana, dan harus digali satu persatu. Hingga dana yang tidak memadai.

“Untunglah saat itu ada kerabat-kerabat yang membantu penerbitan buku ini hingga akhirnya terselesaikan dengan lanca”, katanya.

Terakhir, Ramly juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor USK, yang telah menyediakan forum di kampus USK dan telah memfasilitasi acara peluncuran buku ini sebagai klimaks dari proses penerbitan buku ini.

“Sengaja kami pilih acara dikampus karena bagi kami sejarah itu bagian dari kajian yang ilmiah, bukan semata kenangan tanpa arti, untuk masa depan yang lebih baik. Semoga bisa memberi barmakna bagi kita”, katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya Rektor USK mengungkapkan apresiasinya kepada penulis beserta orang-orang yang menjadi suksesor dari penulisan buku ini. Menurut Rektor, tidak banyak orang Aceh yang mau menulis buku. Padahal, sebagai orang Aceh, banyak yang bisa kita tulis.

“Orang Aceh harus rajin menulis, terutama sejarah perjuangan di Aceh yang masih belum terungkap dan belum diketahui banyak orang” ungkap Rektor.

Menurut Rektor, buku Ayah Gani ini sangat penting untuk dibaca oleh generasi saat ini karena dalam sejarah, Ayah Gani menjadi tokoh unik yang memperjuangkan Aceh.

“Melalui media inilah kita semua bisa tau dan belajar tentang tokoh-tokoh berpengaruh seperti Ayah Gani. Semoga buku ini bisa memberi pengetahuan dan wawasan kepada para pembaca tentang sejarah Aceh. Dan kita semua bisa belajar dari sosok Ayah Gani yang sangat menginspirasi”, kata Rektor.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh Aceh, yang turut memberikan komentar positif untuk buku Ayah Gani ini. Diantaranya Ir. Azwar Abukabar, mantan Gubernur Aceh dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia ke-15, Hasbi Abdullah mantan ketua DPRA, Abu Yus mantan ketua DPRA, Mawardi Ali mantan Dekan FH, Prof. Safir , Prof. Iskandar dan Dr. Suraiya IT dosen Universitas Indonesia, Prof. Syahrun Nur, Yarmen Dinamika, dan beberapa tokoh muda yang berkolega dengan Ayah Gani.