USK Inisiasi Pojok Literasi Kebencanaan untuk Sekolah Dasar

09.11.2022 Humas

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui FASTANA-TDMRC mengembangkan SDN 1 Kajhu menjadi sekolah siaga bencana dalam lanjutan Program Peningkatan Kapasitas ORMAWA. Pada kegiatan ini, FASTANA melaksanakan audiensi untuk menjalin kerjasama dengan sekolah tersebut, Jumat 23 Oktober 2022.

Dalam audiensi ini, FASTANA bersama pembina, Dr, Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si dan pihak sekolah bersepakat untuk menjadikan SDN 1 Kajhu menjadi sekolah binaan siaga bencana. 

Dalam pemaparannya Tim FASTANA menjelaskan roadmap kegiatan pembinaan yang akan dilaksanakan. Selain itu pihak sekolah juga menyampaikan aspirasi dan masukan, terkait program-program FASTANA yang sebelumnya sudah dilakukan, sehingga dapat meningkatkan kualitas dari edukasi kebencanaan di masa depan.

"Kerjasama ini, tentunya menjadi sebuah milestone besar dalam jalannya organisasi FASTANA selama ini, selain di SDN 1 Kajhu Aceh Besar, kami juga sedang membina SDN 15 Tibang Banda Aceh. Ini bagian dari ikhtiar untuk mengembangkan dua sekolah tersebut untuk menjadi sekolah rujukan siaga bencana," jelas Ketua tim PPK ORMAWA FASTANA-TDMRC, Hasnan Hanif.



Langkah kongkrit yang dilakukan adalah, FASTANA menginisiasi Pojok Literasi Kebencanaan di SDN 1 Kajhu. Hal ini merupakan wujud inovasi dari FASTANA, untuk memastikan program PPK itu berlanjut, dengan memberikan sebuah wadah bagi siswa untuk memperdalam ilmu tentang mitigasi bencana dan menumbuhkan minat baca mereka.

"Buku-buku literasi kebencanaan nantinya sesuai dengan anak-anak. Buku-buku tersebut terdiri dari buku Pop Up kebencanaan, komik kebencanaan, buku mitigasi berbasis kebudayaan Aceh, dan buku pengetahuan umum, yang tentunya sudah diseleksi atas kerjasama dengan TDMRC," ungkapnya.

Selain itu, FASTANA juga melaksanakan simulasi kebencanaan di SDN 1 Kajhu berbasis FASTERIZATION, yakni Fastana Action For Disaster Mitigation. Ini merupakan kegiatan unggulan yang sudah dilaksanakan FASTANA sejak tahun 2017 di berbagai sekolah di Aceh. Simulasi ini melibatkan siswa-siswi, guru-guru, dan staff sekolah untuk meningkatkan realisme dari simulasi ini.

"Terimakasih kepada FASTANA-TDMRC USK yang sudah berbagi ilmu, karena mitigasi bencana merupakan pembelajaran yang sangat penting, akan tetapi tidak ada di dalam kurikulum, sehingga kegiatan-kegiatan seperti ini dirasa sangat berharga," ucap Wakil Kepala Sekolah SDN 1 Kajhu.