USK Juara II Bussiness Plan Competition Tingkat Nasional

11.08.2022 Humas

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat Nasional. Pasalnya, Delegasi USK atau Tim Adiwidiya berhasil meraih Juara II pada ajang Business Plan Competition Edupreneur Festival tingkat nasional 2022. Ajang ini diselenggarakan oleh HMP TP Universitas Negeri Jakarta pada 10 Juli hingga 8 Agustus 2022.

Delegasi USK tersebut terdiri dari Yanma Aditya Pratama (Ilmu Hukum), Naufal Romiz Maltuf (Manajemen) dan Farid Fahlevi (Ekonomi Pembangunan).

Lomba Business Plan Competition Edupreneur Festival 2022 mengusung tema “Creative and Innovative Edupreneur in Current 4.0 Industry Area”. Yanma Aditya mengatakan, ajang ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, dengan semangat kreatif dalam dunia industri saat ini, dengan harapan dapat membangun ekonomi nasional dan ide-ide kreatif dalam berwirausaha

"Lomba ini berfokus pada orientasi ide bisnis, proses usaha dan hasil usaha (profit). Tahapan lomba Business Plan Edupreneur 2022 meliputi pengusulan proposal, seleksi proposal terbaik, presentasi proposal dan pengumuman pemenang," jelas Yanma, Rabu 10 Agustus 2022.

Kegiatan ini dimulai dari bulan Juli hingga Agustus 2022. Tahapannya dimulai tanggal 10 -27 Juli, proses pendaftaran dan unggah proposal bisnis. Lalu, 29 Juli pengumuman Top 5 proposal bisnis. Tanggal 4 Agustus presentasi 5 Top proposal bisnis dan terakhir pada 6 Agustus pengumuman juara.

Hasilnya delegasi Universitas Negeri Surabaya dinobatkan sebagai Juara I, kemudian disusul oleh delegasi Universitas Syiah Kuala sebagai Juara II dan terakhir delegasi Universitas Prasetiya Mulya sebagai Juara III.

Sementara itu, Farid Fahlevi menuturkan, pada lomba tersebut, Tim USK menyinggung persoalan kenaikan tingkat stres para pekerja dan pelajar, baik secara global dan nasional. Tekanan atau stres ini dinilai berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi kondisi fisik. Gejala-gejala yang mempengaruhi timbulnya stres antara lain sulit tidur, sakit kepala, kehilangan energi, marah marah, mudah menangis, dan sulit konsentrasi.

Selain itu, Tim USK juga menyoroti peningkatan volume limbah dari aktivitas industri garmen. Salah satu limbah garmen adalah kain perca yang merupakan material limbah anorganik, yang sulit diurai oleh lingkungan, sehingga menimbulkan penumpukan yang bila tidak diatasi dengan segera.

"Berkaca dari kedua permasalahan itu, Tim USK mengusung konsep inovasi fashion berupa topi aromaterapi yang ramah lingkungan, dengan menggunakan limbah anorganik seperti kain perca serta mampu memberikan efek relaksasi bagi penggunanya dengan aroma yang dihasilkan dari minyak atsiri, yang terdapat dalam kancing bambu yang disematkan di bagian depan topi," ungkap Farid Fahlevi.

Tim USK berharap, ide bisnis ini dapat mendukung upaya SGD dalam mengurangi pencemaran limbah, sekaligus dapat meningkatkan daya konsentrasi masyarakat dalam menjalani rutinitas yang tinggi.