USK Laksanakan KKN Kolaborasi dengan Tiga Kampus di Aceh

13.05.2022 Humas

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kali terasa lebih spesial karena menjadi sejarah untuk pertama kalinya melakukan KKN Kolaborasi dengan tiga perguruan tinggi di Aceh. Adapun pembekalan KKN dilakukan selama tiga hari. Dimulai pada Jumat 13 Mei 2022 di AAC Dayan Dawood.

Tiga perguruan tinggi lainnya meliputi Universitas Malikussaleh, Universitas Samudera dan Universitas Teuku Umar. Pembekalan KKN dilaksanakan secara daring maupun luring dengan empat pemateri awal di hari pertama.

Ketua P3KKN USK, Drs. Zulfitri, M.Biomed mengatakan, KKN kali ini diikuti 3692 mahasiswa, 120 DPL dan 547 pengawas lapangan, yang dipusatkan di tiga kabupaten/kota: Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Besar.

"Ini KKN paling akrab yang pernah dilakukan USK. Sekaligus KKN kolaborasi pertama di Aceh. Dengan adanya KKN seperti ini, selain diharapkan mendatangkan manfaat bagi masyarakat, juga bagian penting untuk lebih menyatukan hati antar universitas yang ada di Aceh," kata Zulfitri.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan dalam sambutannya mengatakan, tema KKN kali ini sangat menarik dengan dua fokus utama; potensi green economy dan stunting. Dia berharap, mahasiswa dapat memberikan manfaat yang nyata.

"KKN merupakan rutinitas setiap tahun yang kita lakukan. Berharap para mahasiswa dapat memberikan dan meninggalkan sesuatu yang bernilai di tempat KKN," tutur Rektor USK.



Prof Marwan mengingatkan, pentingnya adaptasi di tengah masyarakat agar diterima dengan baik. Ketika mahasiswa dan masyarakat sudah menyatu, maka program terbaik bisa dieksekusi dengan lancar pula. Kemiskinan di Aceh yang tinggi, harus mendapatkan perhatian serius.

Tugas mahasiswa pertama kali selama KKN adalah memetakan potensi ekonomi daerah/desa. Setelah tau, maka kreativitas akan muncul untuk memberikan nilai tambah ekonomi. Keberadaan BUMDes menjadi medium penting untuk menggerakkan ekonomi.

"Keberadaan BUMDes mustinya bisa dimanfaatkan, perlunya kolaborasi dan ide dari mahasiswa. Paling sederhana, ada satu produk yang bisa dijual. Misalnya mangga, bagaimana ia bisa masuk e-market untuk pemasaran," jelas Prof Marwan.

Untuk menanggulangi stunting, Rektor USK berpesan agar peserta KKN bisa berkolaborasi dengan Puskesmas ataupun Pustu di kecamatan ataupun desa setempat. Kemudian mensosialisasikan tentang stunting. Di luar itu semua, yang paling penting memastikan adanya kader di desa.

"Harus bisa mengkaderkan anak muda desa setempat. Merekalah yang akan meneruskan upaya mahasiswa setelah KKN selesai. Karena itu akan berkesinambungan demi ekonomi desa lebih baik dan stunting tertanggulangin maksimal," jelasnya.