USK Latih Kelompok Tani Wanita Olah Bayam Komersil

11.08.2022 Humas

Kelompok wanita tani Desa Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, mendapatkan pelatihan produksi pangan komersial berbasis bayam dari Universitas Syiah Kuala (USK). Pelatihan tersebut dimotori oleh dosen Teknologi Hasil Pertanian (THP) yang melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) tahun anggaran 2022.

Tim pengabdian dari Fakultas Pertanian (FP) USK tersebut terdiri dari Dr. Murna Muzaifa, S.TP., MP, Dr, Rita Andini, M.Sc dan Cut Nilda, S.TP, M.Sc. Dua kelompok wanita tani yang diberi pelatihan itu adalah Kopiwari dan Syaget yang selanjutnya disebut sebagai mitra.

Ketua Tim Pengabdian, Murna menjelaskan, mitra merupakan kelompok wanita tani yang mengelola perkebunan palawija terdiri atas bayam, sawi, cabai, terong, labu, mentimun dan lain-lain. Diantara semua tanaman palawija, bayam (Spinacia oleracea) merupakan tanaman utama atau paling banyak ditanam. Selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri, kelompok wanita tani ini juga menjual bayam dalam bentuk segar.

"Namun demikian pendapatan dari usaha bayam segar ini belum mampu meningkatkan perekonomian keluarga kelompok wanita tani secara signifikan. Padahal nilai jual sayuran bayam ini dapat ditingkatkan dengan mengolahnya menjadi beragam produk pangan yang lebih menarik dan tahan lama," ungkap Murna, Rabu 10 Agustus 2022.

Secara teknis, Cut Nilda mengatakan, sebelum dilakukan pelatihan, mitra telah terlebih dahulu diedukasi mengenai bayam, nutrisi dan pemanfaatannya. Selain itu, diberikan buku panduan berupa buku resep pembuatan aneka produk olahan bayam yang telah disusun oleh tim pengabdi.

"Sebanyak 8 produk berbasis bayam yang berhasil dibuat oleh mitra dalam pelatihan ini antara lain keripik, cookies, mie, stik, nugget, pizza, cupcake dan es krim bayam. Pengetahuan mengenai kemasan dan label juga diberikan kepada mitra," tutur Cut Nilda.

Diakhir kegiatan, Tim Pengabdi memberikan bantuan fasilitas produksi yang dibutuhkan oleh mitra. Fasilitas produksi yang diberikan antara lain paket kompor gas, tabung gas, oven, kuali, teflon, ampia, mixer, blender dan sejumlah peralatan pendukung kecil lainnya.

"Dengan pengetahuan, keterampilan dan fasilitas produksi yang diberikan, mitra mau memanfaatkan peluang sebaik mungkin memproduksi olahan bayam secara komersial sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga," beber Rita Andini.