USK Luncurkan Reksadana Majoris Syariah Dana Lestari Universitas Syiah Kuala Indonesia

11.04.2022 Humas

Universitas Syiah Kuala (USK) bekerjasama dengan PT. Majoris Aset Manajemen, meluncurkan Reksadana Majoris Syariah Dana Lestari Universitas Syiah Kuala Indonesia. Peluncuran tersebut berlangsung di Gedung ACC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 8 April 2022).

Berbarengan dengan acara peluncuran reksadana ini, juga dilaksanakan seminar Investasi yang diisi oleh Kepala Divisi Pengembangan BEI, Dedi Priadi dan Direktur PT. Majoris Aset Manajemen, Dasrul Chaniago. Kegiatan ini sendiri dibuka langsung oleh Rektor Universitas Syiah Kuala Bapak Prof. Dr. Ir. Marwan.

Dalam sambutannya, Rektor USK menyampaikan bahwa dengan status BLU, saat ini penerimaan anggaran USK berasal dari beberapa sumber, antara lain: APBN/APBD, pendapatan yang berasal dari jasa layanan termasuk SPP, hibah tidak terikat, hibah terikat dan hasil kerjasama USK dengan pihak lain dan hasil usaha lainnya.

"Seiring dengan rencana peningkatan statuta USK menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH), kontribusi pendanaan dari APBN/APBD ke depannya akan menurun secara signifikan, sementara sumber pendanaan lainnya akan jauh lebih dominan," ucap Rektor USK.

Berkaitan dengan hal tersebut, Prof Marwan menyebutkan bahwa USK saat telah melakukan sejumlah langkah strategis guna meningkatkan penerimaan dari kegiatan usaha, dengan menggunakan berbagai sumberdaya yang ada, sehingga pembiayaan kegiatan tridharma perguruan tinggi dapat dilakukan secara mandiri.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, USK telah melakukan sejumlah perubahan untuk melengkapi struktur organisasi, menata sistem kelembagaannya sebagai sebuah Perguruan Tinggi yang akan menyandang status PTNBH, dengan kemandirian dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya dan kegiatannya.



Dengan demikian diharapkan USK akan dapat memberdayakan seluruh sumberdaya yang ada dalam rangka meningkatkan pendapatan alternatif.

"Perlu ada upaya serius untuk mendapatkan sumber pendapatan alternatif, seiring perubahan status badan hukum, sehingga USK akan mampu memenuhi biaya operasional dalam rangka menyelenggarakan kegiatan tridharma perguruan tinggi secara mandiri," jelas Rektor USK.

Lebih lanjut Rektor menegaskan bahwa peningkatan biaya SPP atau peningkatan penerimaan jumlah mahasiswa secara sporadik, tanpa mempertimbangkan ketersediaan sumberdaya bukanlah pilihan yang tepat yang akan diambil USK.

Mempertimbangkan hal tersebut, Rektor menjelaskan, USK bekerjasama dengan PT. Majoris Aset Manajemen telah membentuk reksa dana yang merupakan produk jasa keuangan sebagai wadah investasi secara kolektif bagi masyarakat, yang pengelolaannya dilakukan pada instrumen pasar uang dan pasar modal.

"Bagi hasil yang akan diperoleh USK dari kerjasama ini, nantinya akan digunakan untuk mendukung penyelengaraan pendidikan, yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat banyak," sebut Prof Marwan.

Rektor menutup pidato pembukaan acara dengan mengimbau para peserta untuk dapat berpartisipasi aktive dengan melakukan investasi pada reksa dana Majoris Syariah Dana Lestari Universitas Syiah Kuala Indonesia.

Turut hadir pada peluncuran Reksadana ini sejumlah Pimipinan SKPA yang ada di lingkungan Pemerintah Aceh, Para Wakil Rektor, Para Dekan, Ketua Lembaga di lingkungan Universitas Syiah Kuala, Para Guru Besar, Dosen USK, Para Alumni USK, dan sejumlah  tokoh Masyarakat Aceh.