Ribuan Mahasiswa Unsyiah Deklarasi Anti LGBT

Sehubungan dengan maraknya pemberitaan tentang Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), ribuan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar deklarasi anti LGBT. Deklarasi tersebut dilaksanakan bersamaan dengan talkshow bertema “Kupas Tuntas Ancaman LGBT” yang berlangsung di Mesjid Jamik Kampus Unsyiah, Minggu (21/2).

Isi deklarasi anti LGBT terdiri atas empat poin yang berbunyi, pertama, kami Meyakini bahwa islam adalah pandangan hidup kami. Kedua, kami menyakini bahwa Al Quran dan Sunah adalah aturan hidup kami. Ketiga, kami menolak segala bentuk apa saja  yang mendukung, menyebarkan kegiatan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Keempat, kami mendukung segala bentuk apa saja yang bertujuan mencegah, menghilangkan, dan menentang pemahaman yang membenarkan keberadaan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Deklarasi tersebut dipimpin oleh dosen Fakultas Hukum Unsyiah Enzus Titianus, SH,MH. Disaksikan oleh pengurus Unit Pengembangan Program Pendamping Matakuliah Agama Islam (UP3AI) Unsyiah.

Sementara itu, Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dalam kata sambutannya menyampaikan, seluruh mahasiswa Unsyiah harus mengenali dengan baik setiap kawan yang ada di sekitarnya.

 “Virus LGBT dapat menular kepada orang lain melalui kedekatan. Faktor lingkungan sangat menentukan seseorang untuk terjangkit virus LGBT. LGBT itu penyakit jiwa yang harus diberantas. Pendekatan agama sangat diperlukan untuk menangkal gerakan LGBT,” pungkas rektor.

Talkshow tersebut menghadirkan Dr. Iskandar Sp.OG dan Ustad Yasin Jumadi, LC sebagai pemateri.

Pembukaan UP3AI

Dalam kesempatan yang sama, rektor Unsyiah turut membuka program praktek ibadah dan mentoring keislaman bagi mahasiswa yang diselenggarakan oleh UP3AI. Menurut rektor, program tersebut penting diikuti untuk memerangi memerangi buta Al-Qur’an.

“Program UP3AI itu syarat mutlak untuk dapat mengikuti mata kuliah Agama Islam. Jangan sampai ketika orang tua meninggal, tak ada yang mampu menyalatkan, berdoa, dan membaca Al-Quran. Program ini dapat mendorong mahasiswa untuk memahami agama Islam sekaligus menciptakan kehidupan islami di kampus. Unsyiah berharap program UP3AI mampu melahirkan mahasiswa yang beretika mulia dan mampu menjaga adat istiadat. Program UP3AI ini akan berjalan selama satu semester dengan 12 kali pertemuan dan akan selesai pada pertengahan maret,” papar Samsul. (rz)