Unsyiah dan Pemkab Abdya Teken MoU

25.05.2015 Humas

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan daerah, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh para pejabat dan dosen Unsyiah beserta satuan kerja Pemkab Abdya di Balai Senat Unsyiah, Senin (25/5).

Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dalam kata sambutannya menyampaikan, tingkat pendidikan daerah yang baik akan merubah kondisi perekonomian di daerah tersebut. Jadi, Provinsi Aceh harus merubah wajah pendidikan dan perekonomiannya. Oleh karena itu, Unsyiah siap membantu daerah-daerah yang ingin memajukan daerahnya, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

“Saat ini Unsyiah sudah memiliki hampir 400 orang doktor. Dengan jumlah tersebut, Unsyiah berkesempatan untuk membantu Abdya dalam pengembangan daerah. Sebagai Jantong Hatee Rakyat Aceh, Unsyiah memiliki beban moral untuk turut serta peduli dalam memajukan daerah-daerah,” sebutnya.

Sementara waktu, lanjut Rektor, Unsyiah akan mempelajari kondisi Abdya sekarang. Dengan demikian akan diketahui kebutuhan Abdya yang harus dipenuhi segera. Namun, dari segi pendidikan, Abdya sudah lebih baik dari sebelumnya.

“Selama ini Unsyiah selalu mendukung setiap aktivitas pemerintah daerah yang berusaha ingin memajukan daerahnya. Malahan besok pagi, Selasa (26/5), Unsyiah bekerjasama dengan Kementerian Pertanian akan melepas sarjana dan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pertanian ke daerah-daerah di Provinsi Aceh untuk membantu proses peningkatan produksi beras, jagung, dan kedelai,” pungkasnya.

Bupati Abdya Ir. Jufri Hasanuddin, MM menambahkan, kerjasama ini merupakan langkah cepat dari pemerintah Abdya untuk membangun daerah. Nota kesepahaman dengan perguruan tinggi diharapkan punya efek nyata nantinya.

“MoU ini tidak hanya berhenti di atas kertas. Kita tidak bisa lagi terus-menerus berkaca pada pengalaman. Tapi harus ada aksi nyata untuk mengejar ketertinggalan. Sumber daya di Unsyiah diharapkan mampu menjawab segala kebutuhan yang dibutuhkan Abdya. Awalnya saya ingin mengimpor akademisi Unsyiah sampai 50 persen, tapi itu tidak  mudah dan butuh proses,” jelasnya.

Menurut Bupati, pembangunan Aceh akan berhasil kalau kawasan Pantai Barat Selatan juga menjadi prioritas pembangunan. Majunya Abdya akan berdampak kepada kabupaten-kabupaten terdekat, karena Blangpidie yang merupakan bagian Abdya dikenal dengan pasar dari tiga kabupaten.(rz)