Unsyiah dan UNSRAT Jalin Kerja Sama Riset Kebencanaan

Unsyiah dan UNSRAT Jalin Kerja Sama Riset Kebencanaan

23.09.2020 Humas

Universitas Syiah Kuala dan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) sepakat untuk menjalin kerja sama dalam merealisasikan Tri Dharma Peguruan Tinggi, di mana salah satunya adalah melakukan riset bersama bidang kebencanaan. Kesepakatan ini dintandai dengan penandatanganan MoU oleh Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal,M.Eng dan Rektor UNSRAT Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA secara virtual dari Ruang Mini Rektor Unsyiah. (Banda Aceh, 22 September 2020).

Ellen mengatakan, dirinya mengakui selama ini Unsyiah telah memiliki banyak pengalaman dalam bidang kebencanaan. Hasil riset yang dilakukan Unsyiah, telah memberikan kontribusi penting bagi pemangku kebijakan serta pengetahuan kebencanaan bagi masyarakat.

“Untuk itulah, UNSRAT perlu belajar lebih banyak lagi. Terutama kita bisa saling bertukar informasi, join modul e-learning maupun join riset dan publikasi bersama,” ucap Ellen.

Selain itu, Ellen mengungkapkan, fokus kerja sama lainnya dalam MoU ini adalah dalam bidang kelautan. Mengingat kedua perguruan tinggi ini memiliki keunggulan yang sama yaitu berada di lingkungan laut dan keunikan masyarakat lokalnya.

Selanjutnya, kedua perguruan tinggi ini juga sepakat untuk melakukan pengembangan pusat riset halal. Serta pembelajaran bidang ekonomi syariah dan pertukaran mahasiswa atau sekarang lebih dikenal dengan program Permata Sakti.

“Berdasarkan target kerja sama ini, kita berharap bisa terealisasi dengan baik. Kita juga bisa mengembangkan beberapa hal yang belum tercantum. Semoga kerja sama ini bisa menghadirkan sesuatu untuk pengembangan bangsa dan negara,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Unsyiah menyambut baik semua fokus kerja sama dari kesepakatan MoU ini. Rektor mengungkapkan, sebenarnya kedua perguruan tinggi ini telah memiliki hubungan yang erat sejak lama, yaitu melalui program School of Internet bersama lima peguruan tinggi lainnya.

“Namun hari ini kerja samanya bisa lebih riil.  Dengan Unsyiah yang berada di ujung barat dan UNSRAT di ujung utara Indonesia, sehingga bisa semakin menjalin keindonesiaan kita,” ucap Rektor.

Untuk itulah, Rektor menilai program pertukaran mahasiswa ini nantinya bisa segera terealisasi. Jika pandemi Covid-19 ini sudah mereda, Unsyiah akan mengirimkan mahasiswanya ke UNSRAT, Manado. Begitu pula sebaliknya, Unsyiah menawarkan mahasiswa UNSRAT untuk datang ke Aceh. Mereka nantinya bisa tinggal di asrama Unsyiah secara gratis.

“Supaya apa? Biar ke-Indonesiaan kita terjalin erat. Maka kita, para rektor harus  mendorong anak-anak kita  untuk lebih mengenal adat istiadat setiap daerah di Indonesia,” ucap Rektor.

Terkait kerja sama bidang Kebencanaan, Unsyiah sangat bersedia untuk berbagi pengalamannya. Apalagi Pusat Riset Kebencanaan Unsyiah (TDMRC) saat ini telah diakui sebagai Pusat Unggulan Iptek.

Rektor mengungkapkan, Unsyiah akan berupaya agar  UNSRAT bisa tergabung dalam konsorsium kebencanaan yang telah Unsyiah bentuk, bersama beberapa perguruan tinggi lainnya.

“Saya akan meminta TDMRC Unsyiah, untuk mengusulkan UNSRAT kepada kementerian agar tergabung dalam konsersium kebencanaan, sehingga pengetahuan mitigasi bencana di Indonesia bisa semakin kuat,” ucap Rektor.

Para Wakil Rektor dan pejabat Unsyiah lainnya turut hadir secara virtual mendampingi Rektor Unsyiah dalam kegiatan ini.