Unsyiah Teken Mou dengan BPN Aceh Secara Virtual

Unsyiah Teken Mou dengan BPN Aceh Secara Virtual

24.06.2020 Humas

Universitas Syiah Kuala menjalin kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Aceh dalam bidang penelitian dan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal dengan Kepala Kantor Wilayah BPN Aceh Agustyarsyah, S.SiT, S.H.,M.P yang dilakukan secara virtual di Ruang Mini Rektor Unsyiah. (Darussalam, 24/6/2020).

Pertemuan secara daring ini dimoderatori oleh Wakil Rektor IV Unsyiah Dr. Hizir. Dalam pengantarnya, Dr. Hizir menjelaskan bahwa MoU ini terdiri dari empat ruang lingkup yaitu pendidikan dan pengembangan SDM di bidang pertanahan, penelitian dan pengkajian bidang pertanahan, pemberdayaan mahasiswa/alumni melalui pemagangan, dan penataan aset berupa tanah milik Unsyiah.

Agustyarsyah dalam sambutannya mengatakan, sesuai keinginan presiden dan Menteri Agraria dan Tata Ruang yaitu pada tahun 2024 seluruh layanan pertanahan bisa digital. Ia mengungkapkan, saat ini beberapa layanan di BPN Aceh telah dielektronikan. Bahkan seluruh data di BPN Aceh 80% lebih sudah elektronik. Hanya saja, untuk mengejar sisa 20% lagi tidaklah mudah.

Untuk itulah Agustyarsyah berharap, melalui kerja sama ini bisa mendukung kerja BPN Aceh untuk mewujudkan hal tersebut lebih mudah.

Selain itu, saat ini ada sekitar 40 % lagi tanah di Aceh belum terdata dengan baik atau sekitar 1,2 juta hektar. Setiap tahun BPN Aceh hanya mampu mendata 80.000 – 100.000 hektar. Maka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan 1,2 juta hektar tersebut.

“Maka dengan kerja sama ini, bersama  Unsyiah sebagai leader dan pusat kajian , dengan sdm yang kuat dalam pembangunan.  Maka  kerja BPN bisa lebih mudah demi Indonesia yang lebih baik kedepan,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Unsyiah menyambut baik kesepakatan kerja sama ini. Unsyiah tentu saja sangat mendukung upaya-upaya Pemerintah dalam pendataan tanah melalui BPN. Sebagai contoh, Unsyiah bersedia menggerakan Mahasiswa KKN Tematik yang jumlah lebih 2000 orang. Caranya adalah  dengan menerapkan salah satu program KKN berupa pengukuran tanah di lokasi KKN mereka.

“Dengan dukungan mahasiswa KKN, maka tugas BPN Aceh bisa lebih cepat. Jika sebelumnya butuh lima tahun, mungkin bersama Unsyiah cukup satu atau dua tahun,” ucap Rektor.

Selain itu, Rektor juga mengharapkan dukungan BPN Aceh untuk program magang bagi mahasiswa Unsyiah. Mengingat hal tersebut merupakan realisiasi dari program pendidikan Kampus Merdeka.